PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA LANSIA DENGAN PENDIDIKAN MASA KLIMAKTERIUM SEBAGAI PERSIAPAN MASA MENAPAUSE DI DESA BANDAR LOR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI
Informasi Publikasi
Pengarang
Mika Mediawati. M.Keb., Arika Indah Setyarini. M.Keb.
Tahun Terbit
2019
Penerbit
Poltekkes Malang
Kota Terbit
Malang
Abstraksi
RINGKASAN
Menopause merupakan suatu fase berhentinya siklus menstruasi atau haid pada wanita
karena pengaruh usia dan perubahan hormon yakni penurunan produksi hormone estrogen yang
dihasilkan oleh ovarium. Wanita mengalami menopause biasanya pada saat usia 50an tahun atau
kurang. Pengetahuan merupakan salah satu hal yang penting dalam mengurangi gejala yang
dialami oleh perempuan menopause. Pengetahuan yang kurang dapat meningkatkan kecemasan
sehingga dapat memperberat gejala menopause yang timbul.
Pemberian edukasi merupakan salah satu cara yang efektif dalam meningkatkan
pengetahuan tentang menopause. Tujuan dilakukannya pengabmas ini yaitu ingin memberikan
edukasi sekaligus support baik kepada perempuan premenopause maupun menopause.
Pengabmas terdiri dari beberapa kegiatan yaitu pemberian penyuluhan, senam bersama, dan
pemeriksaan kesehatan gratis.
Pengabmas dihadiri oleh 37 orang peserta pada Pengabmas Tahap I dan 43 peserta pada
saat Pengabmas Tahap II. Peserta terdiri dari ibu pre menopause maupun menopause dan kader.
Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, hal ini terlihat dari jumlah peserta yang
datang, saat proses tanya jawab saat penyuluhan berlangsung, dan kegiatan-kegiatan yang
lainnya. Dari hasil Pre test dan Post test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta
tentang menopause yang dapat dilihat dari adanya peningkatan jumlah jawaban benar pada Post
test dibandingkan Pre test. Motivasi dan informasi yang benar terkait kesehatan reproduksi
Lansia sangat dibutuhkan, tidak hanya sekali kegiatan saja, namun harus berulang dan
berkesinambungan.
Menopause merupakan suatu fase berhentinya siklus menstruasi atau haid pada wanita
karena pengaruh usia dan perubahan hormon yakni penurunan produksi hormone estrogen yang
dihasilkan oleh ovarium. Wanita mengalami menopause biasanya pada saat usia 50an tahun atau
kurang. Pengetahuan merupakan salah satu hal yang penting dalam mengurangi gejala yang
dialami oleh perempuan menopause. Pengetahuan yang kurang dapat meningkatkan kecemasan
sehingga dapat memperberat gejala menopause yang timbul.
Pemberian edukasi merupakan salah satu cara yang efektif dalam meningkatkan
pengetahuan tentang menopause. Tujuan dilakukannya pengabmas ini yaitu ingin memberikan
edukasi sekaligus support baik kepada perempuan premenopause maupun menopause.
Pengabmas terdiri dari beberapa kegiatan yaitu pemberian penyuluhan, senam bersama, dan
pemeriksaan kesehatan gratis.
Pengabmas dihadiri oleh 37 orang peserta pada Pengabmas Tahap I dan 43 peserta pada
saat Pengabmas Tahap II. Peserta terdiri dari ibu pre menopause maupun menopause dan kader.
Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, hal ini terlihat dari jumlah peserta yang
datang, saat proses tanya jawab saat penyuluhan berlangsung, dan kegiatan-kegiatan yang
lainnya. Dari hasil Pre test dan Post test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta
tentang menopause yang dapat dilihat dari adanya peningkatan jumlah jawaban benar pada Post
test dibandingkan Pre test. Motivasi dan informasi yang benar terkait kesehatan reproduksi
Lansia sangat dibutuhkan, tidak hanya sekali kegiatan saja, namun harus berulang dan
berkesinambungan.