REKAM MEDIS ELEKTRONIK DAN KESELAMATAN PASIEN. (STUDI KUALITATIF PENGALAMAN PARA MEDIS DAN MEDIS DI RUMAH SAKIT KABUPATEN MALANG)
Informasi Publikasi
Pengarang
Achmad Zani Pitoyo., Tsalits Maulidah Haries
Tahun Terbit
2019
Penerbit
Poltekkes Malang
Kota Terbit
Malang
Abstraksi
ABSTRAK
Latar Belakang: Penerapan dan penggunaan sistem informasi manajemen layanan
kesehatan di fasilitas layanan kesehatan yaitu rekam medis elektronik (EHRs=RME)
baik pada praktek dokter mandiri, praktek dokter bersama, klinik, puskesmas, rumah
sakit, dll, saat ini demikian pesat. Belum diketahui secara pasti khsususnya di RS di
RSJ RS dan RS UMM apakah EHR mengungkit jaminan terhadap patient safety.
Tujuan : Mengeksplorasi kaitan EHR dengan patient safety.
Metode : Penelitian kualitatif eksploratori
yang menggunakan pertanyaan tidak
terstruktur terhadap partisipan-partisipan : 1 pengembang SIMRS, 1 perawat, 1
Apoteker/Ka Instalasi farmasi, dan 2 Ka Instalasi Rekam Medis serta 1 dokter, dan 1
komite medis. Informan berasal dari
rumah sakit swasta (RSU A Malang) dan
rumah sakit milik pemerintah (RS B Kabupaten Malang). Wawancara dilaksanakan
pada Juli – September 2019.
Hasil : Partisipan mengemukakan bahwa sistem informasi manajemen rumah sakit
khususnya Electronic Health Record (EHR) meningkatkan keamanan pasien (patient
safety) dan meningkatkan budaya kerja dan tata kelola rumah sakit.
HER
menguntungkan keselamatan pasien dengan cara-cara: meniadakan hambatan jarak
ruang, alert system, meniadakan problem ketidak-terbacaan tulisan tangan, dan
memperkecil problem identifikasi pasien EHR juga meningkatkan keselatam pasien
dengan perubahan budaya keja dan tatakelola layanan karena digunakannnya HER.
Budaya kerja tersebut adalah konvergensi dan integraasi komunikasi multiprofesi,,
kecepatan layanan antar petugas dan dengan pasien, dan wahana pemantauan dan
penilaian kinerja.
Iinforman menjamin terjadinya kegagalan jauh lebih besar jika
menggunakan SDM eksternal.
Kata kunci :
Patient safety, penelitian kualitatif,
Latar Belakang: Penerapan dan penggunaan sistem informasi manajemen layanan
kesehatan di fasilitas layanan kesehatan yaitu rekam medis elektronik (EHRs=RME)
baik pada praktek dokter mandiri, praktek dokter bersama, klinik, puskesmas, rumah
sakit, dll, saat ini demikian pesat. Belum diketahui secara pasti khsususnya di RS di
RSJ RS dan RS UMM apakah EHR mengungkit jaminan terhadap patient safety.
Tujuan : Mengeksplorasi kaitan EHR dengan patient safety.
Metode : Penelitian kualitatif eksploratori
yang menggunakan pertanyaan tidak
terstruktur terhadap partisipan-partisipan : 1 pengembang SIMRS, 1 perawat, 1
Apoteker/Ka Instalasi farmasi, dan 2 Ka Instalasi Rekam Medis serta 1 dokter, dan 1
komite medis. Informan berasal dari
rumah sakit swasta (RSU A Malang) dan
rumah sakit milik pemerintah (RS B Kabupaten Malang). Wawancara dilaksanakan
pada Juli – September 2019.
Hasil : Partisipan mengemukakan bahwa sistem informasi manajemen rumah sakit
khususnya Electronic Health Record (EHR) meningkatkan keamanan pasien (patient
safety) dan meningkatkan budaya kerja dan tata kelola rumah sakit.
HER
menguntungkan keselamatan pasien dengan cara-cara: meniadakan hambatan jarak
ruang, alert system, meniadakan problem ketidak-terbacaan tulisan tangan, dan
memperkecil problem identifikasi pasien EHR juga meningkatkan keselatam pasien
dengan perubahan budaya keja dan tatakelola layanan karena digunakannnya HER.
Budaya kerja tersebut adalah konvergensi dan integraasi komunikasi multiprofesi,,
kecepatan layanan antar petugas dan dengan pasien, dan wahana pemantauan dan
penilaian kinerja.
Iinforman menjamin terjadinya kegagalan jauh lebih besar jika
menggunakan SDM eksternal.
Kata kunci :
Patient safety, penelitian kualitatif,