PERAWATAN IBU NIFAS PADA SUKU MADURA DAN TENGGER: PERSPEKTIF BUDAYA DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGIS
Cover tidak tersedia
Informasi Publikasi
Pengarang
SRI RAHAYU, S.Kep., Ns., M.Kes RENY WAHYU TRININGSIH, SST.,M.Kes ENDAH KAMILA, SST.,M.Keb
Tahun Terbit
2019
Penerbit
Poltekkes Malang
Kota Terbit
Malang
Abstraksi
Masa nifas merupakan jangka waktu 6 minggu yang dimulai setelah melahirkan
bayi hingga pulih kembali organ-organ reproduksi seperti sebelum kehamilan. Di
Madura dan Tengger masih banyak ibu yang melakukan perawatan nifas
berdasarkan budaya dan adat istiadat. Budaya dan kebiasaan merupakan salah satu
yang dapat mempengaruhi status kesehatan ibu nifas. Tujuan penelitian ini adalah
menggali perawatan ibu nifas pada suku Madura dan Tengger dari perspektif
budaya. Sebuah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan dengan
wawancara mendalam dan Focus Group Disccusion (FGD) pada bidan, tokoh
masyarakat, dan ibu nifas yang didapatkan dengan Purposive Sampling. Transkrip
dianalisis dengan menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi kategori
dan tema. Penelitian ini menemukan pengalaman dalam perawatan masa nifas di
suku Madura dan Tengger terkait kebutuhan dasar ibu nifas, kebudayaan dan
kebiasaan serta peran pendamping selama masa nifas. Kebutuhan dasar ibu nifas
meliputi pola makan dan minum, kebersihan diri, aktivitas, dan pengguaan
kontrasepsi. Kebudayaan dan kebiasaan yang dilakukan selama masa nifas di
daerah Madura meliputi perayaan songsong dan tajin slamet, sedangkan di Tengger
yaitu perayaan Kekerik. Peran pendamping selama masa nifas meliputi peran sumia
dan keluarga, dukun, serta bidan. Budaya dan kebiasaan perawatan tersebut telah
menjadi turun-temurun bagi masyarakat setempat dan beberapa kebiasaan telah
dimodifikasi atau diubah sehingga dapat memnunjang kesehatan ibu beserta
bayinya.
Kata Kunci : masa nifas, kebudayaan, Madura, Tengger
bayi hingga pulih kembali organ-organ reproduksi seperti sebelum kehamilan. Di
Madura dan Tengger masih banyak ibu yang melakukan perawatan nifas
berdasarkan budaya dan adat istiadat. Budaya dan kebiasaan merupakan salah satu
yang dapat mempengaruhi status kesehatan ibu nifas. Tujuan penelitian ini adalah
menggali perawatan ibu nifas pada suku Madura dan Tengger dari perspektif
budaya. Sebuah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan dengan
wawancara mendalam dan Focus Group Disccusion (FGD) pada bidan, tokoh
masyarakat, dan ibu nifas yang didapatkan dengan Purposive Sampling. Transkrip
dianalisis dengan menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi kategori
dan tema. Penelitian ini menemukan pengalaman dalam perawatan masa nifas di
suku Madura dan Tengger terkait kebutuhan dasar ibu nifas, kebudayaan dan
kebiasaan serta peran pendamping selama masa nifas. Kebutuhan dasar ibu nifas
meliputi pola makan dan minum, kebersihan diri, aktivitas, dan pengguaan
kontrasepsi. Kebudayaan dan kebiasaan yang dilakukan selama masa nifas di
daerah Madura meliputi perayaan songsong dan tajin slamet, sedangkan di Tengger
yaitu perayaan Kekerik. Peran pendamping selama masa nifas meliputi peran sumia
dan keluarga, dukun, serta bidan. Budaya dan kebiasaan perawatan tersebut telah
menjadi turun-temurun bagi masyarakat setempat dan beberapa kebiasaan telah
dimodifikasi atau diubah sehingga dapat memnunjang kesehatan ibu beserta
bayinya.
Kata Kunci : masa nifas, kebudayaan, Madura, Tengger