MODEL PROMOSI KESEHATAN : TRANSTEORITICAL HEALTH EDUCATION TERHADAP PENURUNAN RESIKO PENYAKIT JANTUNG DI KELURAHAN MOJOLANGU KOTA MALANG
Informasi Publikasi
Pengarang
Dr. Farida Halis DK, SKp. MPd, Dr. Atti Yudiernawati, SKp.MPd
Tahun Terbit
2019
Penerbit
Poltekkes Malang
Kota Terbit
Malang
Abstraksi
ABSTRAK
Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau penyakit kardiovaskular saat ini merupakan salah satu penyebab utama dan pertama di negara maju dan berkembang, termasuki Indonesia. Pada tahun 2010, secara global penyakit ini akan menjadi penyebab kematian pertama di Negara berkembang, menggantikan kematian akibat infeksi. Untuk mengembangkan dan model Transteoritikal Health Educational terhadap kemampuan Masyarakat terhadap penurunan resiko penyakit jantung koroner di Kelurahan Mojolangu Kota Malang. Desain Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasy eksperimental pengambilannya tidak menggunakan random. Sampel diambil dari sebagian kelompok masyarakat yang mempunyai resiko terjadinya penyakit jantung koroner yaitu mulai usia 20 tahun dan mengikuti perkumpulan kelompok di wilayah penelitian. Sampel akan diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 80 orang yang beresiko terhadap penyakit jantung koroner , terdiri 40 orang responden sebagai kelompok perlakuan dan 40 orang responden sebagai kelpompok Kontrol. Model promosi kesehatan melalui Transteoritical Health Education dilakukan melalui tahap-tahap yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan dilakukan secara bertahap melalui partisipasi masyarakat yang menyesuikan dengan budaya setempat. Hasil uji t berpasangan untuk total skor resiko jantung coroner pada kelompok kontrol pada saat pre dan post test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.072 (p>0.05), yang dapat diartikan bahwa pada kelompok kontrol tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. .Hasil uji t berpasangan untuk total skor resiko jantung coroner pada kelompok perlakuan pada saat pre dan post test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05), yang dapat diartikan bahwa pada kelompok eksperimen menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Total skor resiko jantung coroner pada kelompok eksperimen yang menunjukkan adanya penurunan kategori total skor resiko jantung coroner saat post test, dibandingkan dengan pada kelompok kontrol. Hal ini menandakan adanya pengaruh yang cukup nyata dari adanya pemberian perlakuan transteoritical model dalam menurunkan resiko jantung coroner. Adanya efektifitas Model Transteoritical Health Education terhadap penurunan resiko penyakit jantung coroner
Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau penyakit kardiovaskular saat ini merupakan salah satu penyebab utama dan pertama di negara maju dan berkembang, termasuki Indonesia. Pada tahun 2010, secara global penyakit ini akan menjadi penyebab kematian pertama di Negara berkembang, menggantikan kematian akibat infeksi. Untuk mengembangkan dan model Transteoritikal Health Educational terhadap kemampuan Masyarakat terhadap penurunan resiko penyakit jantung koroner di Kelurahan Mojolangu Kota Malang. Desain Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasy eksperimental pengambilannya tidak menggunakan random. Sampel diambil dari sebagian kelompok masyarakat yang mempunyai resiko terjadinya penyakit jantung koroner yaitu mulai usia 20 tahun dan mengikuti perkumpulan kelompok di wilayah penelitian. Sampel akan diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 80 orang yang beresiko terhadap penyakit jantung koroner , terdiri 40 orang responden sebagai kelompok perlakuan dan 40 orang responden sebagai kelpompok Kontrol. Model promosi kesehatan melalui Transteoritical Health Education dilakukan melalui tahap-tahap yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan dilakukan secara bertahap melalui partisipasi masyarakat yang menyesuikan dengan budaya setempat. Hasil uji t berpasangan untuk total skor resiko jantung coroner pada kelompok kontrol pada saat pre dan post test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.072 (p>0.05), yang dapat diartikan bahwa pada kelompok kontrol tidak menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. .Hasil uji t berpasangan untuk total skor resiko jantung coroner pada kelompok perlakuan pada saat pre dan post test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05), yang dapat diartikan bahwa pada kelompok eksperimen menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Total skor resiko jantung coroner pada kelompok eksperimen yang menunjukkan adanya penurunan kategori total skor resiko jantung coroner saat post test, dibandingkan dengan pada kelompok kontrol. Hal ini menandakan adanya pengaruh yang cukup nyata dari adanya pemberian perlakuan transteoritical model dalam menurunkan resiko jantung coroner. Adanya efektifitas Model Transteoritical Health Education terhadap penurunan resiko penyakit jantung coroner