2021
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Di indonesia, masalah gizi di sangat beragam dan tidak akan pernah hilang. Kita hanya bisa berupaya untuk menekan persentasenya agar tidak menjadi lebih buruk. Menurut Indonesia Registry (IRR) diperkirakan Jumlah penderita PGK di Indonesia kurang lebih 70.000 orang dan pasien yang menjalani hemodialisis sebanyak 10.000 orang, bertambahnya jumlah Insiden tahunan pasien CKD adalah 6%. Di Indonesia, total orang yang menderita CKD meningkat dari tahun ke tahun tahun seperti yang ditunjukkan oleh Penyakit Ginjal Indonesia Renal Registry (IRR). Hal ini perlu diwaspadai karena memiliki resiko besar terkena berbagai penyakit kronis kronis lainnya. Tujuan : Mengetahui hubungan adekuasi hemodialisis dengan asupan energi dan cairan elektrolit serta indeks massa tubuh (IMT) pada penderita penyakit gagal ginjal kronik. Metode : Penelitian ini menggunakan metode systematic literatiure review. Pencarian artikel menggunakan database google scholar dan pubmed. Penyeleksian artikel yang digunakan berdasarkan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil : Berdasarkan kata kunci yang telah ditetapkan, didapatkan sebanyak 9 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Semakin baik asupan energi maka akan berbanding lurus dengan kondisi pasien dalam mempertahankan status gizinya. Pembatasan natrium dan kalium merupakan hal penting bagi penderita gagal ginjal kronik, jika kelebihan cairan makan akan menimbulkan penumpukan cairan/edema dan apabila asupan cairan rendah makan dapat menimbulkan dehidrasi, hipotensi, dan memperburuk fungsi kerja ginjal. Adekuasi hemodialisis berbanding terbalik dengan indeks massa tubuh, semakin tinggi adekuasi hemodialisis maka indeks massa tubuh akan semakin rendah
Abstract (English)
In Indonesia, nutritional problems are very diverse and will never go away. We can only try to suppress the percentage so it doesn't get any worse. According to the Indonesia Registry (IRR), it is estimated that the number of patients with CKD in Indonesia is approximately 70,000 people and 10,000 patients undergoing hemodialysis, increasing the annual incidence of CKD patients by 6%. In Indonesia, the total number of people suffering from CKD is increasing from year to year as shown by the Indonesian Renal Registry (IRR). This needs to be watched out for because it has a great risk of developing various other chronic chronic diseases. Objective: To determine the relationship between adequacy of hemodialysis with energy intake and electrolyte fluids and body mass index (BMI) in patients with chronic kidney failure. Methods: This study uses a systematic literature review method. Search articles using google scholar and pubmed databases. The selection of articles used was based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Results: Based on the keywords that have been set, there were 9 articles that matched the inclusion criteria. The better the energy intake it will be directly proportional to the condition of the patient in maintaining his nutritional status. Restriction of sodium and potassium is important for patients with chronic kidney failure, if excess fluid eats will cause fluid accumulation/edema and if fluid intake is low it can cause dehydration, hypotension, and worsen kidney function. Adequacy of hemodialysis is inversely proportional to body mass index, the higher the adequacy of hemodialysis, the lower the body mass index.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.