2021
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Berdasarkan Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 menyatakan bahwa kejadian stunting di Indonesia sebesar 27,67%. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan data Riskesdas tahun 2018 dengan prevalensi sebesar 30,8%. Meskipun mengalami penurunan, hal ini masih tergolong tinggi karena belum mencapai target RPJMN 2024 sebesar 19%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan konsumsi energi, protein, dan pemberian ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita. Jenis penelitian ini adalah studi literatur. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari jurnal penelitian terdahulu dengan rentang tahun 2016-2020. Hasil studi literatur ini menunjukkan 3 penelitian menyimpulkan bahwa anak yang tingkat konsumsi energinya kurang memilikiki hubungan erat dengan kejadian stunting dengan besaran OR 1,664. Kemudian 4 penelitian menyimpulkan anak dengan konsumsi protein kurang memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita, dan 2 penelitian menyimpulkan bahwa anak yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif memiliki resiko mengalami stunting. Saran yang dapat diberikan yaitu meningkatkan edukasi kepada ibu balita mengenai konsumsi energi, konsumsi protein, pemberian ASI Eksklusif, dan stunting serta perlu adanya pendampingan bagi ibu yang memiliki anak dengan stunting, selain itu perlu dilakukan kegiatan promosi dan preventif kepada ibu dan masyarakat tentang ASI Eksklusif, konsumsi energi, konsumsi protein yang dilakukan oleh praktisi kesehatan yang dibantu oleh mahasiswa guna mencegah stunting.
Abstract (English)
The Relationship of Energy Consumption, Protein and Exclusive Giving to Stunting Incidence in Toddlers
Based on the Study on the Nutritional Status of Indonesian Toddlers (SSGBI) in 2019, it was stated that the incidence of stunting in Indonesia was 27.67%. This figure has decreased compared to Riskesdas data in 2018 with a prevalence of 30.8%. Even though it has decreased, this is still relatively high because it has not reached the 2024 RPJMN target of 19%. The purpose of this study was to determine the relationship between energy consumption, protein, and exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in toddlers. This type of research is a literature study. The data sources used in this study are secondary data obtained from previous research journals with a range of 2016-2020. The results of this study show 3 conclusions that children who consume less have a close relationship with the incidence of stunting with an OR of 1,664. Then 4 concluded that children with less protein consumption had a relationship with the incidence of stunting in toddlers, and 2 concluded that children who did not receive exclusive breastfeeding had a risk of stunting. Suggestions that can be given are to increase education to mothers of children under five regarding energy consumption, protein consumption, exclusive breastfeeding, and stunting and the need for assistance for mothers who have children with stunting, in addition it is necessary to carry out promotional and preventive activities to mothers and the community about exclusive breastfeeding, energy consumption, protein consumption carried out by health practitioners assisted by students to prevent stunting.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.