2021
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Prevalensi pasien/penderita diabetes melitus diperkirakan akan meningkat hingga mencapai 13,5% dari penduduk dunia pada tahun 2040. Dua dari tiga orang penderita diabetes melitus memiliki kecenderungan mengalami peningkatan tekanan darah. Asupan serat dalam jumlah yang cukup dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah dengan meningkatkan distensi (pelebaran) lambung yang berkaitan dengan peningkatan rasa kenyang, dimana proses pencernaan menjadi lambat sehingga respon glukosa darah juga rendah. Makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia adalah nasi, sementara per 100 gram nasi putih memiliki nilai indeks glikemik (IG) lebih tinggi serta memiliki kandungan serat yang lebih rendah jika dibandingkan dengan jagung. Sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan, jagung dapat dijadikan sebagai makanan pokok alternatif pasien diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jagung sebagai sumber karbohidrat alternatif tinggi serat terhadap glukosa darah dan tekanan darah pasien diabetes melitus tipe 2.
Jenis penelitian ini adalah systematic literatue review atau sering disingkat SLR atau dalam bahasa Indonesia disebut tinjauan pustaka sistematis dengan jenis data yang digunakan yaitu data sekunder yaitu berupa original dan review artikel yang didapat dari google scholar, sinta.ristekbrin.go.id, serta sciendirect.com. Data tersebut kemudian dibandingkan lalu dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian jagung terhadap kadar glukosa darah dan tekanan darah pada orang sehat, hewan coba maupun pasien diabetes melitus.
Pemberian jagung lebih efektif untuk penurunan kadar glukosa darah terhadap orang sehat dan hewan coba jika dibandingkan dengan pasien diabetes melitus tipe 2; cukup efektif untuk penurunan tekanan darah pada hewan coba, dengan proses pengolahan kelembapan lebih tinggi serta proporsi setara 50 gram karbohidrat (orang sehat, pasien diabetes melitus tipe 2) atau minimal 15% (hewan coba).
Abstract (English)
Analysis of Corn as an Alternative High-Fiber Carbohydrate Source on Blood Glucose and Blood Pressure in Type 2 Diabetes Mellitus Patients (Literature Review)
The prevalence of patients / sufferers of diabetes mellitus is expected to increase to reach 13.5% of the world's population in 2040. Two out of three people with diabetes mellitus have a tendency to increase blood pressure. Adequate intake of fiber can help control blood glucose levels by increasing gastric distension, which is associated with an increase in satiety, which slows down the digestive process, resulting in a low blood glucose response. The staple food of most Indonesians is rice, while per 100 grams of white rice has a higher glycemic index (GI) value and has a lower fiber content when compared to corn. As an effort to diversify food, corn can be used as an alternative staple food for patients with type 2 diabetes mellitus. The purpose of this study was to analyze the effect of corn as an alternative high-fiber carbohydrate source on blood glucose and blood pressure in patients with type 2 diabetes mellitus.
This type of research is a systematic literature review or often abbreviated as SLR or in Indonesian it is called a systematic literature review with the type of data used, namely secondary data in the form of original and review articles obtained from google scholar, sinta.ristekbrin.go.id, and sciendirect. com. The data is then compared and then analyzed descriptively.
The results showed that the effect of giving corn on blood glucose levels and blood pressure in healthy people, experimental animals and patients with diabetes mellitus.
Giving corn is more effective for reducing blood glucose levels in healthy people and experimental animals when compared to patients with type 2 diabetes mellitus; quite effective for reducing blood pressure in experimental animals, with a higher humidity processing process and a proportion equivalent to 50 grams of carbohydrates (healthy people, type 2 diabetes mellitus patients) or at least 15% (test animals).
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.