2021
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) dan Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan penderita dari tahun ke tahun, baik dalam lingkup internasional maupun nasional. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 Jawa Timur memaparkan bahwa Kota Malang merupakan kota dengan penderita Hipertensi tertinggi ke-4 setelah Kabupaten Malang dan Kabupaten Probolinggo dengan kategori yang umur ≥ 18 tahun. Salah satu manfaat yang didapatkan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional yaitu program yang mendukung pelayanan promotif dan preventif, yaitu dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang merupakan program Jaminan Kesehatan Nasional untuk pelayanan promotif dan preventif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
Tujuan: Memperoleh gambaran Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Malang periode Januari-Maret 2020. Metode: Dalam penelitian ini pengambilan data dan informasi secara deskriptif melalui kuesioner yang diisi oleh petugas Prolanis di 8 Puskesmas di Kota Malang yang dipilih secara acak dengan meneliti kegiatan Prolanis diantaranya: Konsultasi medis, edukasi kelompok, reminder SMS gatway, dan home visit. Hasil: dari 8 Puskesmas yang diteliti, terdapat 1 puskesmas yang tidak melakukan kegiatan Home visit. Beberapa rangkaian kegiatan Prolanis (Konsultasi medis, edukasi kelompok, reminder SMS gatway, dan home visit) pada pertengahan bulan Maret 2020, kegiatan Prolanis terhenti dikarenakan pandemi Covid-19. Sehingga kegiatan Prolanis dilakukan secara online melalui grup WhatsApp dan telepon. Kesimpulan: Kegiatan Prolanis (Konsultasi medis, edukasi kelompok, reminder SMS gateway, dan home visit) pada 8 Puskesmas di Kota Malang secara keseluruhan telah terlaksana secara tertib dan terjadwal, meskipun terdapat Puskesmas yang tidak melakukan salah satu kegiatan home visit. Pada saat pandemi Covid-19, Puskesmas melakukan penyesuaian kegiatan dengan melakukan kontak secara online kepada peserta Prolanis
Abstract (English)
Diabetes Mellitus and Hypertension are non-communicable diseases that have increased from year to year, both internationally and nationally. The 2018 East Java Basic Health Research Data explains that Malang City with the 4th highest Hypertension patient, following Malang Regency and Probolinggo Regency with the category of patients age ≥ 18 years. One of the benefits by National Health Insurance participants is a program that supports promotive and preventive services, namely the Chronic Disease Management Program (Prolanis) which is a National Health Insurance program for promotive and preventive services at First Level Health Facilities to overcome this diseases.
Objective: To obtain an overview of implementation of the National Health Insurance Chronic Disease Management Program (Prolanis) at Malang Community Health Center. Method: In this study, data and information were collected descriptively through questionnaires filled out by Prolanis officers at 8 Puskesmas in Malang City who were randomly selected by examining Prolanis activities including: medical consultation, group education, SMS gateway reminders, and home visits. Results: Of the 8 Puskesmas studied, there was 1 community health center that did not carry out the Home visit activity. In a series of Prolanis activities (medical consultations, group education, gateway SMS reminders, and home visits) in mid-March 2020. Prolanis activities stopped due to the Covid-19 pandemic. So that Prolanis activities are carried out online via the WhatsApp group and telephone. Conclusions: Prolanis activities (medical consultation, group education, SMS gateway reminder, and home visit) at 8 Puskesmas in Malang City as a whole have been carried out in an orderly and scheduled manner, even though there are Puskesmas that do not carry out any of the home visit activities. During the Covid-19 pandemic, Puskesmas adjusted activities by making online contacts with Prolanis participants.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.