2021
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Tannin merupakan salah satu kandungan dalam teh yang dapat menghambat absorbsi zat besi. Kekurangan zat besi dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya anemia. Pada remaja, anemia umumnya dapat menyebabkan tubuh mudah terinfeksi, kebugaran tubuh berkurang, semangat belajar menurun yang akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi teh dengan kejadian anemia pada remaja. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan pendekatan Tradisional Review. Artikel diambil 2 database yaitu PubMed dan Google Schoolar dari tahun 2016-2020 kemudian dilakukan skrining menggunakan PEOS framework dan diperoleh sebanyak 11 artikel yang terdiri dari lima artikel nasional dan enam artikel internasional. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literature: “Anemia in Adolescents and Tea Consumption”, “Iron Deficiency in Adolencens and Tea Consumption”, “Anemia pada Remaja dan Konsumsi Teh”. Hasil review dari sebelas artikel yang ditemukan menunjukkan bahwa seluruh remaja mengkonsumsi teh dan mengalami anemia. Hasil analisis dari sembilan jurnal menunjukkan adanya hubungan konsumsi teh dengan kejadian anemia pada remaja dan tiga jurnal diantaranya menunjukkan remaja yang mengkonsumsi teh 1-3 kali lebih berisiko mengalami anemia dibandingkan remaja yang tidak mengkonsumsi teh. Remaja harus memperhatikan gaya hidup serta asupan nutrisi dalam makanannya, terutama makanan yang mengandung sumber zat besi yang tinggi dan menghindari makanan yang mengandung zat inhibitor zat besi yang salah satunya adalah teh.
Abstract (English)
Tannin is one of the ingredients in tea that can inhibit the absorption of iron. Lack of iron in the body can cause anemia. In adolescents, anemia can generally cause the body to become easily infected, decrease body fitness, decrease enthusiasm for learning which will affect student achievement. The purpose of this study was to determine the relationship between tea consumption and the incidence of anemia in adolescents. The method used is a literature review that uses the Traditional Review approach. The articles were taken from 2 databases, PubMed and Google Schoolar from 2016-2020 and then screened using the PEOS framework and obtained as many as 11 articles consisting of five national articles and six international articles. Keywords used in the literature search: “Anemia in Adolescents and Tea Consumption”, “Iron Deficiency in Adolences and Tea Consumption”, “Anemia remaja dan konsumsi teh”. The review results from eleven articles found that all adolescents consumed tea and were anemic. The analysis results from nine journals showed that there was a relationship between tea consumption and the incidence of anemia in adolescents and three of them showed that adolescents who consumed tea were 1-3 times more likely to experience anemia than adolescents who didn't consume tea. Adolescents should pay attention to their lifestyle and nutritional intake, especially foods that contain high sources of iron and avoid foods that contain iron inhibitors, one of which is tea.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.