2021
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada saat bayi lahir baik secara spontan maupun dengan alat atau tindakan. Ruptur perineum dengan derajad yang tinggi dapat menyebabkan perdarahan post partum. Dari 20 juta ibu bersalin di Indonesia, ibu bersalin yang mengalami perlukaan jalan lahir terdapat 85%. Dari presentase 85% jumlah ibu bersalin yang mengalami perlukaan, 35% ibu bersalin mengalami ruptur perineum, 25% mengalami robekan serviks, 22% mengalami perlukaan vagina, dan 3% ibu bersalin yang mengalami ruptur uretra. Rupture perineum dapat dicegah menggunakan metode non farmakologis yaitu pijat perineum. Pijat perineum adalah cara melatih dan meregangkan jaringan perineum agar lebih lunak untuk mempermudah persalinan. Literature Review ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat perineum pada derajad rupture perineum. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari 2 databased yaitu, Google Scholar dan PubMed dari tahun 2016-2021 dengan menggunakan kata kunci “Pijat Perineum dan Ruptur Perineum” dan “Perineal Massage and Perineal Laceration”. Dari 15 jurnal yang ditemukan, 9 jurnal membahas mengenai derajad ruptur perineum pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat perineum terbukti memberikan manfaat untuk meminimalisir derajad ruptur pada perineum. Hasil literature review menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen mayoritas mengalami ruptur perineum derajad I dan pada kelompok kontrol mayoritas mengalami ruptur perineum derajad II. Mayoritas hasil penelitian menunjukkan nilai p<0,05 yang artinya pijat perineum memiliki efek yang signifikan untuk mengurangi derajad ruptur perineum.
Abstract (English)
Literature Study of Perineal Massage on the Incidence of Perineal Rupture
Perineal rupture is a tear that occurs when the baby is born either spontaneously or with tools or actions. Perineal rupture with a high degree can cause postpartum hemorrhage. Of the 20 million women who give birth in Indonesia, there are 85% who experience birth canal injuries. From the percentage of 85% of mothers who gave birth experienced injuries, 35% of mothers who gave birth experienced perineal rupture, 25% experienced cervical tears, 22% experienced vaginal injuries, and 3% of mothers who gave birth experienced urethral rupture. Perineal rupture can be prevented using non-pharmacological methods, namely perineal massage. Perineal massage is a way to train and stretch the perineal tissue to make it softer to make delivery easier. This literature review aims to determine the effect of perineal massage on the degree of perineal rupture. The data used is secondary data from 2 databases, namely, Google Scholar and PubMed from 2016-2021 using the keywords "Perineal Massage and Perineal Rupture" and "Perineal Massage and Perineal Laceration". Of the 15 journals found, 9 journals discussed the degree of perineal rupture in the experimental group and the control group. The results showed that perineal massage was proven to provide benefits to minimize the degree of perineal rupture. The results of the literature review showed that in the experimental group the majority experienced grade I perineal rupture and in the control group the majority experienced grade II perineal rupture. The majority of the results showed a p value <0.05, which means that perineal massage has a significant effect on reducing the degree of perineal rupture.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.