2021
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan atau salah satu pasangan yang masih dikategorikan anak-anak atau remaja yang berusia dibawah usia produktif yaitu kurang dari 20 tahun pada perempuan dan kurang dari 25 tahun pada laki-laki. Kenyataannya pada usia tersebut keadaan psikis ekonomi dan sosial belum matang sepenuhnya, sehingga tidak jarang pasangan ini mengalami masalah dalam kesiapan menjadi orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kemandirian ibu dalam perawatan bayi pada pasangan pernikahan dini di Desa Sebandung Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksplanatif dengan pendekatan metode survey dengan populasi sebanyak 15 ibu yang menikah pada usia dini atau <20 tahun, menggunakan teknik total sampling yaitu dengan mengambil sampel sesuai dengan jumlah populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup yang dibuat oleh peneliti dan dinyatakan valid dan reliabel. Kemudian, data dianalisis univariat yang bertujuan untuk menjelaskan karakteristik tertentu, yaitu perilaku gambaran tingkat kemandirian ibu dalam perawatan bayi pada pasangan pernikahan dini. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar dari responden di Desa Sebandung Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan, masih ketergantungan atau masih memerlukan bantuan dan arahan dalam menyusui bayi yang benar, memandikan bayi, dan perawatan tali pusat. Kemandirian ibu yang menikah pada usia dini atau <20 tahun dapat dipengaruhi dari faktor paritas, pendidikan, pekerjaan, dan suku budaya. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan menjadi orang tua pada kemandirian dalam perawatan bayi erat kaitannya dengan tingkat kematangan usia pernikahan.
Abstract (English)
Early marriage is a marriage carried out by couples who are still categorized as children or teenagers who are under the productive age. Less than 20 years in women and less than 25 years in men. In fact, at that age, the psychological, economic and social conditions are not yet fully mature. The couple is having trouble getting ready to be parents. The purpose of this study was to describe the independence of mothers in caring for babies in early marriage couples in Sebandung Village, Sukorejo District, Pasuruan Regency. This study is an explanatory descriptive study with a survey method approach with a population of 15 mothers who married at an early age or <20 years, using a total sampling technique, namely by taking samples according to the total population. The research instrument used a closed questionnaire made by and declared valid and reliable. The univariate data analysis which aims to explain certain characteristics, namely the behavior of the mother's independence in caring for babies in early marriage couples. Based on research, most of the respondents in Sebandung Village, Sukorejo District, Pasuruan Regency, are still dependent or still need help and direction in breastfeeding the baby properly, bathing the baby, and caring for the umbilical cord. This shows that the readiness to become a parent on independence in infant care is closely related to the levels of marriage age.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.