2021
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Masalah gizi yang tejadi di Indonesia, diantaranya yaitu anemia karena kekurangan zat gizi, yaitu kekurangan karbohidrat, kekurangan lemak, kekurangan protein, kekurangan vitamin dan mineral. Anemia biasa di derita oleh remaja putri disebabkan karena dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan zat gizi yang lebih tinggi baik zat gizi mikro maupun zat gizi makro. Metode yang digunakan literature review. Pencarian literatur diperoleh dari Pubmed dan Google Schoolar. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan asupan zat gizi terhadap kejadian anemia pada remaja putri usia 14-16 tahun melalui literature review. Langkah awal pencarian dengan memasukkan kata kunci sesuai dengan tema Literature Review dengan terbitan 5 tahun terakhir, kemudian jurnal disaring sesuai dengan tema. Hasil dan analisis didapatkan satu jurnal dalam penelitian menjelaskan ada hubungan antara asupan gizi dengan anemia, ada satu jurnal menjelaskan ada hubungan antara asupan gizi yaitu protein, zat besi namun tidak ada hubungan asupan vitamin c dengan kejadian anemia. Ada satu jurnal menunjukkan ada hubungan asupan zat gizi yaitu karbohidrat, zat besi dan vitamin C namun tidak ada hubungan asupan protein dengan kejadian anemia. Ada 4 jurnal yang menunjukkan tidak ada hubungan antara asupan zat gizi terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Berdasarkan hasil literature review tersebut dapat diketahui bahwa asupan gizi pada remaja putri usia 14-16 tahun berhubungan dengan terjadinya anemia pada remaja putri. Pemenuhan gizi pada remaja putri sangat penting untuk mencegah anemia, sehingga edukasi terkait pemenuhan gizi secara dini penting dilakukan agar remaja bisa memenuhi nutrisinya dengan seimbang dan bila dilakukan tes haemoglobin secara berkala bisa dilakukan agar dapat mengatasi anemia remaja putri secara dini untuk mencegah anemia yang lebih parah.
Abstract (English)
The relationship between nutrient intake and the incidence of anemia in adolescent girls aged 14-16 years.
Nutritional problems that occur in Indonesia, including anemia due to nutritional deficiencies, namely lack of carbohydrates, lack of fat, lack of protein, lack of vitamins and minerals. Anemia is usually suffered by adolescent girls because they are in their growth period which requires higher nutrients, both micronutrients and macronutrients. The method used is a literature study. Literature searches were obtained from Pubmed and Google Schoolar. This study aims to identify the relationship between nutrient intake and the incidence of anemia in adolescent girls aged 14-16 years through a literature review. The initial step of the search is to enter keywords according to the theme of the literature study published in the last 5 years, then the journals are filtered according to the theme. The results and analysis showed that one journal in the study explained that there was a relationship between nutritional intake and anemia, one journal explained that there was a relationship between nutritional intake, namely protein, iron, but there was no relationship between vitamin C intake and the incidence of anemia. There is one journal that shows that there is a relationship between nutrient intake, namely carbohydrates, iron and vitamin C, but there is no relationship between protein intake and the incidence of anemia. There are 4 journals that show there is no relationship between nutrient intake and the incidence of anemia in adolescent girls. Based on the results of the literature study, it can be seen that nutritional intake in adolescent girls aged 14-16 years is associated with the occurrence of anemia in adolescent girls. Fulfillment of nutrition in adolescent girls is very important to prevent anemia, so that early nutrition education is important so that adolescents can fulfill their nutrition in a balanced manner and regular hemoglobin tests can be carried out in order to overcome anemia in adolescent girls early to prevent more severe anemia.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.