Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2021

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN HASIL DISOLUSI OBAT SEBELUM DAN SESUDAH PENAMBAHAN SODIUM LAURIL SULFAT (SLS)

Penulis: SHANIA VALENTINE JACOBUS
NIM: P17120181010
Program Studi: D-III ANALIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Riska Yudhistia Asworo, S.Si., M.Si
Tahun: 2021
Tanggal Pengesahan: 2021-06-21
Kode KTI: 9300_610 JAC s
Kata Kunci: Sodium Lauril Sulfat,Disolusi
Bahasa: Indonesia

Abstraksi

Berdasarkan hasil perhitungan kimia kombinatori, hampir 40% dari zat aktif yang ada, memiliki sifat tidak larut dalam air dan hal ini dapat memberikan ketersediaan hayati yang tidak menentu. Obat dengan kelarutan yang kecil dalam air menyebabkan bioavailabilitasnya rendah, bioavailabilitas menunjukkan jumlah relatif obat yang terabsorpsi dari bentuk sediaan farmasetiknya, hal ini juga mempengaruhi efek teraupetik yang diberikan obat juga menjadi rendah, maka disolusi obat perlu ditingkatkan. Penambahan surfaktan dalam formulasi obat dapat meningkatkan disolusinya. Terdapat beberapa jenis surfaktan, pada studi literatur ini akan dikaji lebih lanjut salah satu jenis surfaktan anionik yaitu Sodium Lauril Sulfat (SLS). Studi literatur ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan hasil disolusi obat sebelum dan sesudah penambahan SLS dalam formulasinya. Studi literatur dilakukan dengan metode traditional review dengan sumber jurnal dari situs Google Cendekia. Seluruh hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan disolusi obat setelah penambahan SLS dalam formulasinya. Penambahan SLS dilakukan dengan berbagai metode namun tetap menunjukkan hasil yang sama, yaitu terjadi peningkatan disolusi. Penambahan SLS tidak menyebabkan terjadinya interaksi molekuler pada proses penambahannya sehingga tidak terbentuk senyawa baru.

Abstract (English)

Based on the results of combinatory chemistry calculations, almost 40% of the active substances are not soluble in water and this can provide uncertain bioavailability. Drugs with low solubility in water cause low bioavailability, bioavailability indicates the relative amount of drug absorbed from the pharmaceutical dosage form, this also affects the therapeutic effect given by the drug to be low, indicating drug dissolution needs to be increased. The addition of surfactants in the drug formulation can increase its dissolution. There are several types of surfactants, in this literature study, one type of anionic surfactant will be studied further, Sodium Lauryl Sulfate (SLS). This literature study was conducted to compare the results of drug dissolution before and after the addition of SLS in its formulation. The literature study was carried out using the traditional review method with journal sources from the Google Scholar website. All research results showed an increase in drug dissolution after the addition of SLS in the formulation. The addition of SLS was carried out by various methods but still showed the same results. There is no molecular interaction after the addition process of SLS indicates there is no new compounds to be formed.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan