Kembali ke Daftar KTI

Cover KTI
tidak tersedia
2024 ANALISIS LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) PADA KERANG HIJAU (Perna viridis) DI PERAIRAN PANGGUNGREJO (KABUPATEN PASURUAN, PROVINSI JAWA TIMUR) DENGAN METODE SSA (SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM)
Penulis: Zantisa Azura Putri
NIM: P17120214062
Program Studi: D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Hanandayu Widwiastuti, S.Si., M.Si
Tahun: 2024
Tanggal Pengesahan: 2024-06-12
Kode KTI: 9300_610 PUT a-8
Kata Kunci: Kerang Hijau, Kadmium, Spektrofotometri Serapan Atom
Bahasa: INDONESIA
Abstraksi
Kerang hijau (Perna viridis) merupakan biota laut yang rentan terkontaminasi logam berat, hal ini dikarenakan kerang hijau mempunyai sifat filter feeder yaitu memakan benda-benda kecil yang terdapat di dasar perairan seperti fitoplankton, zooplankton, dan tumbuhan renik yang dapat terakumulasi logam berat. Ketika kerang hijau memakan benda-benda kecil tersebut logam berat akan masuk dan terikat pada jaringan tubuhnya. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis logam berat kadmium (Cd) pada sampel kerang hijau yang diambil di Perairan Panggungrejo (Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur) dengan metode SSA (Spektrofotometri Serapan Atom). Berdasarkan hasil observasi lokasi ini berpotensi tercemar logam berat, karena merupakan wilayah perairan pesisir yang dikelilingi dengan berbagai aktivitas manusia dan juga berdekatan dengan beberapa industri yang dalam produksinya melibatkan logam berat kadmium (Cd). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Pengambilan sampel diambil dari 3 titik stasiun dengan 3 kali replikasi. Dalam penelitian ini diperoleh hasil yaitu rata-rata kadar logam berat kadmium (Cd) pada sampel kerang hijau di stasiun I yaitu 0,2055 mg/kg, di stasiun II yaitu 0,0655 mg/kg, dan di stasiun III yaitu 0,0518 mg/kg. Nilai rata-rata yang diperoleh tersebut dapat dikategorikan rendah dikarenakan masih berada di bawah ambang batas yang telah ditetapkan oleh SNI 7873:2009 yaitu ≤ 1,0 mg/kg.
Abstract (English)
Green mussels (Perna viridis) are marine biota that are vulnerable to heavy metal contamination, this is because green mussels have filter feeder properties, which eat small objects found at the bottom of the water such as phytoplankton, zooplankton, and tiny plants that can accumulate heavy metals. When green mussels eat these small objects, heavy metals will enter and bind to their tissues. This study will analyze heavy metal cadmium (Cd) in green mussel samples taken in Panggungrejo Waters (Pasuruan Regency, East Java Province) using SSA (Atomic Absorption Spectrophotometry) method. Based on observation, this location has the potential to be polluted with heavy metals, because it is a coastal water area surrounded by various human activities and also adjacent to several industries whose production involves heavy metal cadmium (Cd). This research is a quantitative descriptive research with purposive random sampling. Sampling was taken from 3 station points with 3 replications. In this study, the results obtained are the average levels of heavy metal cadmium (Cd) in green mussels at station I which is 0.2055 mg/kg, at station II which is 0.0655 mg/kg, and at station III which is 0.0518 mg/kg. The average value obtained can be categorized as low because it is still below the threshold set by SNI 7873: 2009 which is ≤ 1.0 mg/kg.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.