2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Stunting merupakan kondisi
pada anak dengan gangguan gagal tumbuh atau terlambat tumbuh atau keterlambatan karena
kekurangan gizi kronis yang dimuali sejak dalam kandungan ibu selama 100 hari pertama hingga
usia 23 bulan (baduta). Faktor penyebab dari stunting adalah pola asuh yang kurang baik,
hambatan akses rumah tangga untuk makanan yang bergizi, hambatan akses terhadap air bersih
dan sanitasi, serta penyakit infeksi. Protein adalah zat gizi yang amat penting untuk anak stunting.
Pada anak stunting yang kekurangan protein tidak hanya terancam gagal tumbuh, tapi juga lebih
mudah kehilangan massa otot, mengalami patah tulang, serta terkena penyakit infeksi (Soesanti
Harini Hartono, 2020). Asupan Vitamin A merupakan mikronutrien yang berkontribusi dengan
kejadian stunting pada anak usia 12-60 bulan. Berdasarkan Latar Belakang tersebut maka
peneliti tertarik untuk melakukan peneliti bermaksud Gambaran Riwayat konsumsi Protein dan
Vitamin A Pada Balita Stunting Di Puskesmas Dinoyo Malang. Penelitian yang akan dilakukan
dengan jenis Penelitian Kualitatif dengan metode Observasional Analitik, desain cross-sectional.
Hasil penelitian Menunjukkan Karakteristik usia anak stunting usia 0-23 bulan memiliki prevalensi
stunting lebih tinggi, asupan protein menunjukkan bahwa konsumsi protein pada 35,5% makanan
anak-anak mengalami defisiensi, Asupan vitamin a menunjukkan bahwa konsumsi vitamin a
tertinggi pada kelompok usia 10 tahun (66,6%), dengan prevalensi lebih tinggi di wilayah Dinoyo,
Penelitian gambaran asupan konsumsi zat gizi protein dan vitamin A pada balita balita stunting.
Abstract (English)
Stunting is
a condition in children with failure to grow or delayed growth or delay due to chronic malnutrition
which begins in the mother's womb for the first 100 days until the age of 23 months (baduta). The
causative factors of stunting are poor parenting, barriers to household access to nutritious food,
barriers to access to clean water and sanitation, and infectious diseases. Protein is a very
important nutrient for stunted children. Stunted children who lack protein are not only threatened
with growth failure, but also more easily lose muscle mass, experience bone fractures, and are
exposed to infectious diseases (Soesanti Harini Hartono, 2020). Vitamin A intake is a
micronutrient that contributes to the incidence of stunting in children aged 12-60 months. Based
on this background, the researcher is interested in conducting a researcher with the aim of
describing the history of protein and vitamin A consumption in stunted toddlers at the Dinoyo
Health Center in Malang. The research will be conducted with the type of Qualitative Research
with Analytical Observational method, cross-sectional design. The results showed that the age
characteristics of stunted children aged 0-23 months had a higher prevalence of stunting, protein
intake, and vitamin A consumption.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.