Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2024

PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU, KONSUMSI ENERGI, DAN PROTEIN BALITA STUNTING (USIA 6-24 BULAN) ANTARA EDUKASI GIZI DENGAN MEDIA VIDEO DAN TANPA MEDIA VIDEO DI KELURAHAN PURWODADI KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

Penulis: FARAH SHABIYYAH KUSUMARINI
NIM: P17111204064
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: I Nengah Tanu Komalyna, DCN., SE., M. Kes., RD
Tahun: 2024
Tanggal Pengesahan: 2024-06-05
Kode KTI: 9300_610 KUS p-9
Kata Kunci: Balita Stunting, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein, Tingkat Pengetahuan
Bahasa: INDONESIA

Abstraksi

Kurangnya pemahaman ibu terkait MP-ASI akan berpengaruh pada asupan gizi balita. Edukasi Gizi dengan media video dapat menambah pemahaman ibu tentang pentingnya memenuhi asupan gizi balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan ibu, tingkat konsumsi energi, dan protein balita stunting antara edukasi gizi dengan media video dan tanpa media video di Kelurahan Purwodadi, Kec. Blimbing, Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain two group pre and post test design, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Total sampel yang diperoleh 18 ibu balita yang dibagi dua kelompok. Edukasi dilakukan sebanyak tiga kali, dan setiap kali edukasi dilakukan selama 60-90 menit. Pengetahuan ibu balita, konsumsi energi dan protein balita sebelum dan sesudah diuji menggunakan Paired Sample T-Test karena data berdistribusi normal, sedangkan pengetahuan ibu balita, konsumsi energi dan protein balita antara kelompok perlakuan dan kontrol menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian diperoleh rerata pengetahuan sebelum edukasi (62,2 ± 11,7) dan sesudah (92,8 ± 6,1) pada kelompok perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol rerata pengetahuan gizi sebelum edukasi (62,2 ± 11,7) dan sesudah (79,4 ± 6,8). Untuk rerata konsumsi energi balita pada kelompok perlakuan sebelum edukasi (66,3 ± 11,6) dan sesudah (98,5 ± 8,6), sedangkan pada kelompok kontrol rerata konsumsi energi balita sebelum edukasi (70,9 ± 26,3) dan sesudah (88,2 ± 26,3). Selain itu, rerata konsumsi protein pada kelompok perlakuan sebelum edukasi (70,3 ± 13,1) dan sesudah (96,2 ± 11,0), sedangkan pada kelompok kontrol rerata konsumsi protein sebelum edukasi (76,6 ± 23,5) dan sesudah (83,1 ± 21,9). Disamping itu, terdapat perbedaan pengetahuan gizi ibu balita, konsumsi energi, dan protein balita antara edukasi dengan media video dan tanpa media video (p<0,05). Hasil ini disajikan pada Tabel 8, 10, dan 12 untuk melihat adanya perbedaan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan pengetahuan ibu, konsumsi energi, dan protein balita antara edukasi gizi dengan media video dengan tanpa media video.

Abstract (English)

Mothers' lack of understanding regarding MP-ASI will affect toddlers' nutritional intake. Nutrition education using video media can increase mothers' understanding of the importance of meeting toddlers' nutritional intake. The aim of this research was to analyze differences in maternal knowledge levels, levels of energy consumption and protein in stunted toddlers between nutrition education with video media and without video media in Purwodadi Village, Kec. Blimbing, Malang City. The research method used is a quasi-experimental method with a two group pre and post test design, purposive sampling technique. The total sample obtained was 18 mothers of toddlers who were divided into two groups. Education was carried out three times, and each time the education was carried out for 60-90 minutes. The knowledge of mothers of toddlers, energy and protein consumption of toddlers before and after were tested using the Paired Sample T-Test because the data was normally distributed, while the knowledge of mothers of toddlers, energy and protein consumption of toddlers between the treatment and control groups used the Independent Sample T-Test. The research results showed that the average knowledge before education was (62.2 ± 11.7) and after (92.8 ± 6.1) in the treatment group, while in the control group the average knowledge of nutrition before education was (62.2 ± 11.7) and after (79.4 ± 6.8). The average energy consumption of toddlers in the treatment group before education was (66.3 ± 11.6) and after (98.5 ± 8.6), while in the control group the average energy consumption of toddlers before education was (70.9 ± 26.3). and after (88.2 ± 26.3). Apart from that, the average protein consumption in the treatment group before education was (70.3 ± 13.1) and after (96.2 ± 11.0), while in the control group the average protein consumption before education was (76.6 ± 23.5). and after (83.1 ± 21.9). Apart from that, there were differences in nutritional knowledge of mothers of toddlers, energy consumption and protein for toddlers between education with video media and without video media (p<0.05). These results are presented in Tables 8, 10, and 12 to see any differences between the treatment and control groups. The conclusion of this research is that there are differences in maternal knowledge, energy consumption and toddler protein between nutrition education with video media and without video media.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan