2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Transfusi darah merupakan pemebrian darah donor kepada respien secara langsung ke dalam sirkulasi tubuh. Uji pre tranfusi sangat penting dilakukan untuk memastikan darah donor bisa cocok didalam tubuh pasien. Uji silang serasi atau crossmatch merupakan prosedur yang penting untuk memastikan apakah terdapat aloantibodi dalam darah resipien yang akan bereaksi dengan darah donor untuk mencegah timbulnya reaksi transfusi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan gambaran karakteristik pasien yang mengalami inkompatibel pada uji silang serasi di UDD PMI Kabupaten Lumajang tahun 2020-2022. Teknik pembuatan sampling pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu dengan metode pengumpulan data adalah studi dokumentasi melalui catatan di UDD PMI Kabupaten Lumajang. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien yang mengalami inkompatibel paling banyak berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 53 pasien (65,34%), berdasarkan usia paling banyak pada usia 46-59 tahun sebanyak 38 pasien (38,4%), berdasarkan golongan darah paling banyak bergolongan darah O sebanyak 39 pasien (39,4%), berdasarkan jenis komponen darah paling banyak dalam bentuk komponen PRC sebanyak 99 pasien (100%), berdasarkan jenis inkompatibel paling banyak pada inkompatibel mayor-minor-autocontrol sebanyak 75 pasien (75,76) dan berdasarkan diagnose penyakit paling banyak pada penyakit anemia sebanyak 85 pasien (85,86%).
Abstract (English)
Blood transfusion is the giving of donor blood to the recipient directly into the body's circulation. Pre-transfusion testing is very important to ensure that donor blood is compatible in the patient's body. The crossmatch test is an important procedure to determine whether there are alloantibodies in the recipient's blood that will react with the donor's blood to prevent a transfusion reaction.This study used a quantitative descriptive research design to obtain an overview of the characteristics of patient who experienced incompatibility in the matched cross test at UDD PMI Lumajang Regency in 2020-2022. The sampling technique in this research uses a total sampling technique, namely the data collection method is a documentation study through records at the UDD PMI Lumajang Regency. The results of this study showed that the characteristics of patients who experienced the most incompatibility were based on female gender namely 53 patients (65.34%), based on age the most were 46-59 years old 38 patients (38.4%), based on blood group the most common O blood was 39 patients (39.4%), based on the type of blood component the most common form of PRC component was 99 patients (100%), based on the type of incompatibility the most common was major- minor-autocontrol incompatibility 75 patients (75.76), and based on the most common disease diagnosis anemia was 85 patients. (85.86%).
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.