2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Masalah gizi suatu individu menggambarkan konsumsi zat gizi yang belum mencukupi maupun yang melebihi dari kebutuhannya. Seseorang akan memiliki status gizi yang normal, apabila asupan gizi sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Salah satu faktor dalam penilaian status gizi seseorang adalah aktivitas fisik, seseorang yang mengalami obesitas biasanya cenderung lebih malas dalam beraktivitas sehingga kebugaran jasmani seseorang tersebut menurun. Tingkat aktivitas fisik dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan produktivitas kerja pada karyawan bagian produksi di PT. Agung Karya Atta. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 76 responden. Data diambil dengan pengisian kuesioner oleh responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan program spss dengan uji statistik regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan ada hubungan antara variabel status gizi dengan produktivitas kerja (p-value 0,001), dan ada hubungan antara variabel aktifvitas fisik dengan produktivitas kerja (p-value 0,029). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan produktivitas kerja, dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan produktivitas kerja. Diharapkan karyawan di bagian produksi dapat memperoleh keseimbangan yang baik antara status gizi, aktivitas fisik, dan produktivitas kerja mereka.
Abstract (English)
THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND PHYSICAL ACTIVITY AND WORK PRODUCTIVITY AMONG PRODUCTION EMPLOYEES AT PT. AGUNG KARYA ATTA MALANG CITY
An individual's nutritional problems describe the consumption of nutrients that are insufficient or exceed their needs. A person will have normal nutritional status, if nutritional intake is in accordance with the body's needs. One of the factors in assessing a person's nutritional status is physical activity. Someone who is obese usually tends to be more lazy in doing activities so that a person's physical fitness decreases. The level of physical activity can affect work productivity. The aim of this research is to analyze the relationship between nutritional status and physical activity and work productivity in production employees at PT. Agung Karya Atta. This research method is a quantitative analytical approachcross sectional. Sampling using techniquessimple random sampling namely as many as 76 respondents. Data was taken by filling out a questionnaire by respondents. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the programspss with logistic regression statistical tests. The bivariate test results show that there is a relationship between the variable nutritional status and work productivity (p-value 0.001), and there is a relationship between the physical activity variable and work productivity (p-value 0.029). The conclusion in this study is that there is a significant relationship between nutritional status and work productivity, and there is a significant relationship between physical activity and work productivity. It is hoped that employees in the production department can achieve a good balance between their nutritional status, physical activity and work productivity.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.