Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2024

UJI CEMARAN MIKROBA DAN EVALUASI FORMULASI MADU YANG MENGANDUNG EKSTRAK KENCUR DAN JERUK NIPIS

Penulis: BERNIKA RAHAELIA STEFANI
NIM: P17120214078
Program Studi: PROGRAM STUDI D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Dr. Nur Rahman, STP., M.P
Tahun: 2024
Tanggal Pengesahan: 2024-06-27
Kode KTI: 9300_160 STE u-1
Kata Kunci: Cemaran Mikroba, Formulasi Madu, Kencur, Jeruk Nipis
Bahasa: INDONESIA

Abstraksi

Madu merupakan cairan alami yang memiliki rasa manis dan dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman. Madu menjadi salah satu bahan makanan kompleks yang diproduksi oleh alam dan dapat digunakan manusia sebagai pemanis tanpa adanya proses pengolahan. Namun, formulasi dibutuhkan untuk membuat inovasi baru yang bertujuan meredakan sakit tenggorokan yang dapat dikembangkan melalui pemberian ekstrak kencur dan jeruk nipis. Dua bahan alam tersebut memiliki kandungan yang hampir sama sehingga dapat dipadukan untuk menjadi kesatuan yang tepat. Kencur memiliki senyawa yang mempunyai efek mengurangi rasa nyeri tenggorokan akibat batuk dengan cara dimakan langsung atau hanya diambil sari-sarinya. Jeruk nipis memiliki senyawa kimia yang bersifat antimikroba yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, fenol dan saponin yang dapat dijadikan sebagai obat herbal. Akan tetapi perlu dilakukan pengujian cemaran mikroba pada formulasi madu yang telah dibuat menggunakan metode Angka Lempeng Total dan Angka Kapang Khamir. Hasil dari pengujian cemaran mikroba mendapat hasil melebihi rentang menurut standar BPOM karena pengaruh dari suhu penyimpanan, kelembaban yang tinggi, dan kurangnya kehigienisan saat pembuatan formulasi. Dilakukan pengujian lanjutan untuk kadar air karena madu memiliki kadar air yang tinggi sehingga didapat hasil melebihi rentang dan pengujian skrining flavonoid untuk mengetahui hasil positif atau tidaknya melalui perubahan warna, dan hasilnya yaitu positif mengandung flavonoid karena pada formulasi madu terdapat ekstrak jeruk nipis yang mengandung flavonoid sehingga dapat dijadikan untuk obat batuk. Kesimpulan dari pengujian ini formulasi madu ini terdiri dari ekstrak kencur dan jeruk nipis, yang pada dasarnya kandungan dari bahan tersebut dapat digunakan untuk obat batuk. Hasil pengujian cemaran mikroba didapat pertumbuhan koloni 1,2 x 10³ pada ALT dan 6,56 x 10³ pada AKK. Hasil pada pengujian kadar air sebesar 51.36% pada replikasi 1 dan 53.20% pada replikasi 2. Pada uji skrining flavonid positif mengandung flavonoid dengan ditandai perubahan warna hijau kehitaman.

Abstract (English)

Honey is a natural liquid that has a sweet taste and is produced by honey bees from the nectar of plant flowers. Honey is a complex food ingredient that is produced by nature and can be used by humans as a sweetener without any processing. However, formulations are needed to create new innovations aimed at relieving sore throats which can be developed by administering galangal and lime extracts. These two natural ingredients have almost the same content so they can be combined to form the right unity. Galangal contains compounds that have the effect of reducing throat pain due to coughing by eating it directly or just taking the juice. Lime has chemical compounds that are antimicrobial, namely alkaloids, flavonoids, tannins, phenols and saponins which can be used as herbal medicine. However, it is necessary to test for microbial contamination in honey formulations that have been made using the Total Plate Number and Yeast Mold Number methods. The results of testing for microbial contamination exceeded the range according to BPOM standards due to the influence of storage temperature, high humidity and lack of hygiene when making the formulation. Further testing was carried out for water content because honey has a high water content so that results were obtained that exceeded the range and flavonoid screening testing to determine whether the results were positive or not through color changes, and the results were positive for containing flavonoids because in the honey formulation there was lime extract which contains flavonoids so Can be used as a cough medicine. The conclusion from this test is that the honey formulation consists of kencur and lime extracts, which basically contain these ingredients which can be used as cough medicine. The results of testing for microbial contamination showed colony growth of 1.2 x 10³ on ALT and 6.56 x 10³ on AKK. The results of the water content test were 51.36% in replication 1 and 53.20% in replication 2. The flavonid screening test was positive for flavonoids as indicated by a blackish green color change.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan