2023
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 16 tahun 2019 menjelaskan laporan
RTTN di ACFE 2018 kerugian akibat Kecurangan (fraud) pada pelayanan
kesehatan mencapai 5% dari total biaya pelayanan kesehatan. Di Indonesia Pada
tahun 2015 terdapat sekitar 175 ribu klaim dari pelayanan kesehatan ke BPJS
dengan nilai Rp 400 miliar yang terdeteksi ada kecurangan yang dapat berdampak
terhadap dana kesehatan, terhadap mutu dan berdampak terhadap citra dan nama
baik pelaku fraud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah
potensi fraud klaim non kapitasi fasilitas kesehatan tingkat pertama di BPJS
Kesehatan KC Malang, dan tindak lanjut yang dilakukan BPJS Kesehatan KC
Malang kepada fasilitas Kesehatan yang telah terdeteksi fraud. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan metode
pengumpulan data yaitu wawancara mendalam kepada bidang Penjaminan Manfaat
Primer (PMP) BPJS Kesehatan KC Malang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
ditemukan beberapa jenis fraud yang ditemukan pada fasilitas kesehatan tingkat
pertama yaitu klaim fiktif, prolonged length of stay, iur biaya, repeat billing, double
klaim, dan pemisahan tindakan atau fragmentasi. Serta adanya tindaklanjut dari
BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu kunjungan
langsung, dan pemberian sanksi sesuai fraud yang telah dilakukan. Saran bagi
peneliti selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam tentang potensi fraud yang ada di
bidang pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan.
Abstract (English)
Potential Fraud Claims for Non-Capitation First Level Health Facilities at BPJS Kesehatan KC Malang
The Regulation of the Minister of Health Number 16 of 2019 explains the RTTN
report at ACFE 2018 that losses due to fraud in health services reach 5% of the total
cost of health services. In Indonesia, in 2015 there were around 175 thousand claims
from health services to BPJS with a value of IDR 400 billion where fraud was
detected which could have an impact on health funds, has an impact on quality and
has an impact on the image and reputation of the perpetrators of fraud. The
conclusion of this study is that several types of fraud were found at first-level health
facilities, namely fictitious claims, prolonged length of stay, payment of fees, repeat
billing, double claims, and separation of actions or fragmentation. As well as
follow-up from BPJS Health to first-level health facilities, namely direct visits, and
imposition of sanctions according to the fraud that has been committed. Suggestions
for future researchers can examine more deeply about the potential for fraud that
exists in the health service sector of BPJS Kesehatan.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.