Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2024

PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN PASCA OPERASI LAPARATOMI DI RUANG RAWAT BEDAH

Penulis: KURNIAWAN PUTRA WAHYU ILLAHI
NIM: P17211203109
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes
Tahun: 2024
Tanggal Pengesahan: 2024-06-19
Kode KTI: 9300_610 ILL p-13
Kata Kunci: Laparatomi,Mobilisasi Dini, Nyeri
Bahasa: INDONESIA

Abstraksi

Komplikasi yang terjadi pada pasien pasca laparatomi dapat mengalami gangguan perfusi jaringan dengan tromboplebitis, kerusakan integritas kulit dan masalah keperawatan berupa nyeri. Nyeri pasca operasi terjadi karena adanya proses inflamasi yang dapat merangsang reseptor nyeri, yang melepaskan zat kimia berupa histamin, bradikimin, prostaglandin, yang menimbulkan nyeri pada pasien. Saat menderita nyeri, pasien akan merasa tidak nyaman, jika tidak segera ditangani, nyeri tersebut akan berdampak buruk pada paru, kardiovaskular, pencernaan, endokrin, dan sistem imun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap tingkat nyeri pada pasien pasca operasi laparatomi. Desain penelitian menggunakan pre-test dan post-test control group design. Jumlah sampel penelitian sebanyak 32 responden dengan teknik Purposive sampling. Instrument penelitian dalam mengukur tingkat nyeri menggunakan NRS (numeric rating scale). Respon nyeri diukur sebelum dan sesudah mobilisasi dini. Uji statistik yang digunakan adalah independent T-test. Hasil uji Independent T-test menunjukkan nilai P-value 0,000 < 0,005 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap tingkat nyeri pasien pasca operasi laparatomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, mobilisasi dini dapat membantu pasien untuk meminimalkan rasa nyeri sehingga proses kesembuhan akan penyakit dapat dipersingkat dan diharapkan Rumah Sakit menerapkan SOP mobilisasi dini untuk mengurangi nyeri.

Abstract (English)

Complications that occur in post-laparotomy patients can include impaired tissue perfusion with thrombophlebitis, damage to skin integrity and protection problems in the form of pain. Postoperative pain occurs due to an inflammatory process that can stimulate pain receptors, which release chemicals in the form of histamine, bradychymine, prostaglandins, which cause pain in the patient. When suffering from pain, the patient will feel uncomfortable, if not treated immediately, the pain will have a negative impact on the lungs, cardiovascular, digestive, endocrine and immune systems. This study aims to determine the effect of early mobilization on pain levels in patients after laparotomy surgery. The research design uses a pre-test and post-test control group design. The total research sample was 32 respondents using purposive sampling technique. The research instrument for measuring pain levels uses NRS (numerical rating scale). Pain response was measured before and after early mobilization. The statistical test used is the independent T-test. The results of the Independent T-test show a P-value of 0.000 < 0.005, so it can be concluded that there is an influence of early mobilization on the patient's pain level after laparotomy surgery. Based on the results of this research, early mobilization can help patients minimize pain so that the disease healing process will be shortened and it is hoped that hospitals will implement SOPs for early mobilization to reduce pain.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan