2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Transfusi darah adalah upaya memberikan darah dari donor kepada pasien.
Pemeriksaan pra transfusi merupakan satu rangkaian pemeriksaan mencocokkan
darah pasien dengan darah donor yang dilakukan sebelum darah ditransfusikan
kepada pasien. Tujuan dilakukannya pemeriksaan pra transfusi untuk mengetahui
ada tidaknya aloantibodi pada darah pasien yang akan bereaksi dengan darah donor
bila ditransfusikan atau sebaliknya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian
deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan gambaran karakteristik pasien yang
mengalami inkompatibel pada uji silang serasi di UDD PMI Kota Surabaya pada
tahun 2022. Teknik pembuatan sampling pada penelitian ini menggunakan teknik
total sampling yaitu dengan metode pengumpulan data adalah studi dokumentasi
melalui catatan di UDD PMI Kota Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil
pemeriksaan uji silang serasi inkompatibel berdasarkan karakteristik pasien.
Inkompatibel berdasarkan usia paling banyak pada umur 60 tahun ke atas sebanyak
167 pasien (42%), inkompatibel berdasarkan jenis kelamin paling banyak pada
perempuan sebanyak 236 pasien (59%), inkompatibel berdasarkan golongan darah
paling banyak pada golongan darah O sebanyak 151 pasien (38%), inkompatibel
berdasarkan jenis inkompatibel paling banyak pada inkompatibel minor –
autokontrol sebanyak 280 pasien (70%), inkompatibel berdasarkan diagnosa
penyakit paling banyak pada penyakit Anemia sebanyak 225 pasien (56%).
Abstract (English)
Blood transfusion is an attempt to give blood from a donor to a patient. Pretransfusion
examination is a series of examinations to match the patient's blood with
donor blood which is carried out before the blood is transfused to the patient. The
purpose of pre-transfusion examination is to determine whether there are
alloantibodies in the patient's blood that will react with donor blood if transfused or
vice versa. This research uses a quantitative descriptive research design to get an
overview of the characteristics of patients who experience incompatibility in the
matched cross test at the UDD PMI Surabaya City in 2022. The sampling technique
in this research uses a total sampling technique, namely the data collection method
is a documentation study through notes in the UDD PMI Surabaya City. The results
of this study showed that the results of the cross-match test were incompatible based
on patient characteristics. Incompatible based on age was most common in those
aged 60 years and over as many as 167 patients (42%), incompatible based on
gender was most common in women as many as 236 patients (59%), most
incompatible based on blood type was in blood group O as many as 151 patients
(38 %), incompatible based on the most common type of incompatibility in minor
incompatibility - autocontrol as many as 280 patients (70%), incompatible based on
disease diagnosis most often in Anemia as many as 225 patients (56%).
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.