2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Pati resisten merupakan bagian dari pati yang tidak bisa dipecah oleh enzim manusia pada usus halus. Salah satu manfaaat pati resisten adalah sebagai sumber prebiotik maka untuk memperoleh pati pisang perlu dilakukan proses ekstraksi. Buah pisang kepok diolah menjadi tepung pisang lalu ditambah dengan aquadest dan difiltrasi untuk diambil patinya. Dari proses filtrasi diperoleh ampas serta endapan dalam filtrat. Endapan tersebut adalah pati pisang yang akan digunakan sebagai pangan fungsional. Untuk memastikan bahwa proses ekstraksi pada tepung pisang bekerja dengan efektif sehingga dilakukan uji pendahuluan. Hasil uji pendahuluan dengan penambahan reagen lugol menunjukkan bahwa masih terdapat pati dalam ampas yang terlihat dari perubahan warna ampas menjadi biru tua. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar pati resisten yang terkandung dalam endapan dan ampas hasil ekstraksi pisang kepok. Metode pengujian pati resisten mengacu pada prosedur Megazyme K-RAPRS 11/19. Pengukuran pati resisten dilakukan dengan menambahkan enzim -amilase yang akan menghidrolisis pati menjadi D-glukosa. Pati yang tidak terhidrolisis disebut sebagai pati resisten. Pati resisten tersebut diukur kadarnya sebagai glukosa dengan penambahan enzim amiloglukosidase. Kadar pati resisten pada endapan pati dan ampasnya dianalisis dengan uji beda rata-rata. Hasil dari uji tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar pati resisten pada endapan dan ampas. Dapat ditarik kesimpulan bahwa proses ekstraksi pada tepung pisang yang telah dilakukan belum efektif dalam memisahkan pati dari ampasnya.
Abstract (English)
Resistant starch is part of starch that can’t be broken down by human enzymes in the small intestine. One of the benefits of resistant starch is as a source of prebiotics, so to obtain banana starch, an extraction process is necessary. The kepok banana fruit is processed into banana flour and then added with distilled water and filtered to extract the starch. From the filtration process, the pulp and sediment in the filtrate are obtained. The sediment is the banana starch that will be used as functional food. To ensure that the extraction process on banana starch works effectively, preliminary tests were carried out first. The preliminary test results with the addition of lugol reagent showed that there was still starch in the pulp as seen from the color change of the pulp to dark blue. Therefore, this study was conducted to determine the difference in resistant starch content contained in the sediment and pulp of kepok banana extraction results. The resistant starch testing method refers to the Megazyme K-RAPRS 11/19 procedure. Resistant starch measurement is done by adding the enzyme -amylase which will hydrolyze starch into D-glucose. Starch that is not hydrolyzed is referred to as resistant starch. The resistant starch was measured as glucose by adding the enzyme amyloglucosidase. The resistant starch levels in the starch precipitate and the pulp were analyzed by independent t-test. The results of the test showed that there was no significant difference between the resistant starch content in the sediment and the pulp. It can be concluded that the extraction process on banana flour that has been carried out has not been effective in separating starch from the pulp.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.