2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Merkuri merupakan salah satu bahan yang dilarang digunakan pada produk kosmetik yang diatur pada Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 2 Tahun 2014 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Penggunaan Merkuri sebagai pemutih pada kosmetik masih banyak digunakan terutama produk krim pemutih. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian terhadap kandungan Merkuri pada produk krim pemutih. Pengujian dilakukan menggunakan nanopartikel perak dari ekstrak kulit buah sirsak (Annona muricata L.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui volume AgNO3 2mM menunjukkan hasil maksimum, karakteristik nanopartikel perak, dan menganalisis logam Merkuri (Hg) pada krim pemutih yang dijual di Gajah Mada Plaza Kota Malang menggunakan NPP dan KI. Pembuatan nanopartikel perak digunakan beberapa volume AgNO3 2mM yaitu 20, 30 dan 40 mL. Karakterisasi nanopartikel perak digunakan spektrofotometer UV-Vis. Nanopartikel perak yang maximum memiliki spesifisitas pada ion logam Hg2+, yang ditandai dengan perubahan warna menjadi putih keruh jika bereaksi dengan ion merkuri. Setelah dilakukan uji spesifisitas NPP digunakan pengujian logam merkuri (Hg) pada 5 sampel krim pemutih. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari 5 sampel krim pemutih terdapat 2 sampel yang positif merkuri. 2 sampel yang positif memiliki kesamaan pada uji organoleptis yaitu tidak berbau dan memiliki tekstur lengket dan halus Hal tersebut diketahui dari membandingkan hasil pengujian sampel dengan kontrol positif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa krim pemutih yang dijual di Gajah Mada Plaza, Kota Malang tidak aman karena mengandung logam merkuri (Hg).
Abstract (English)
Mercury is one of the ingredients that is prohibited from being used in cosmetic products as regulated in Regulation of the Head of the Food and Drug Supervisory Agency Number 2 of 2014 concerning Technical Requirements for Cosmetic Ingredients. The use of mercury as a bleach in cosmetics is still widely used, especially in whitening cream products. Therefore, it is necessary to test the mercury content in whitening cream products. The test was carried out using silver nanoparticles from soursop fruit peel extract (Annona muricata L.). The aim of this research is to determine the volume of 2 mM AgNO3 showing maximum results, the characteristics of silver nanoparticles, and to analyze the metal Mercury (Hg) in whitening cream sold at Gajah Mada Plaza, Malang City using NPP and KI. To make silver nanoparticles, several volumes of 2mM AgNO3 were used, namely 20, 30 and 40 mL. Silver nanoparticles were characterized using a UV-Vis spectrophotometer. The maximum silver nanoparticles have specificity for the Hg2+ metal ion, which is characterized by a colour change to cloudy white when it reacts with mercury ions. After carrying out the NPP specificity test, mercury metal (Hg) was measured in 5 whitening cream samples. The results of the research carried out showed that of the 5 samples of whitening cream there were 2 samples that were positive for mercury. The 2 positive samples had similarities in the organoleptic test, namely that they were odorless and had a sticky and smooth texture. This was known from measuring the test results of the samples with the positive control. From the research results it can be concluded that the whitening cream sold at Gajah Mada Plaza, Malang City is not safe because it contains mercury metal (Hg).
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.