Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2024

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DALAM MERAWAT LUKA DIABETES MELITUS DI RUMAH RAWAT LUKA SPESIALIS DIABETES MELITUS KOTA MALANG

Penulis: WINDY TIARA RAMADHANTI
NIM: P17211201028
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Supono, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.KMB.
Tahun: 2024
Tanggal Pengesahan: 2024-06-26
Kode KTI: 9300_610 RAM h-7
Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan, Perawatan Luka Diabetes Melitus
Bahasa: INDONESIA

Abstraksi

Ketidapatuhan dalam merawat luka diabetes dapat mempengaruhi lamanya proses penyembuhan luka pada pasien diabetes, kurangnya dukungan keluarga diduga menjadi penyebab ketidakpatuhan pasien dalam melakukan perawatan luka diabetes melitus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam merawat luka diabetes melitus di RUMAT Kota Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita luka diabetes melitus dan sedang menjalani perawatan di RUMAT Kota Malang dengan jumlah 74 pasien dalam 3 bulan terakhir. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 42 orang. Uji statistic menggunakan uji spearman. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebanyak 32 responden (76,25) memiliki dukungan keluarga baik, dan 27 responden (64,3%) patuh dalam merawat luka DM. Hasil uji spearman didapatkan p-value 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam merawat luka diabetes melitus di RUMAT Kota Malang. Keluarga penderita diharapkan untuk menyadari pentingnya dukungan keluarga dalam memastikan kepatuhan pasien terhadap perawatan luka. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan penelitian selanjutnya dengan menggunakan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam merawat luka diabetes melitus.

Abstract (English)

Non-compliance in caring for diabetic wounds can affect the length of the wound healing process in diabetic patients, lack of family support is thought to be the cause of patient non-compliance in carrying out diabetes mellitus wound care. The purpose of this study was to analyze the relationship between family support and the level of patient compliance in caring for diabetes mellitus wounds at RUMAT Malang City. This research design uses a correlation method with a cross-sectional research design. The population in this study were patients with diabetes mellitus wounds and were undergoing treatment at RUMAT Malang City with a total of 74 patients in the last 3 months. The sampling technique used purposive sampling technique with a sample of 42 people. Statistical test using spearman test. The results of this study showed that 32 respondents (76.25) had good family support, and 27 respondents (64.3%) were compliant in caring for DM wounds. The results of the spearman test obtained a p-value of 0.000 which means that there is a relationship between family support and the level of patient compliance in caring for diabetes mellitus wounds at RUMAT Malang City. The patient's family is expected to realize the importance of family support in ensuring patient compliance with wound care. This study is expected to be the basis for developing further research using factors that affect patient compliance in treating diabetes mellitus wounds.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan