2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Seleksi donor dilakukan untuk melindungi kesehatan calon pendonor dan pasien penerima darah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana. Orang yang tidak memenuhi syarat seleksi donor darah akan ditolak untuk melakukan donor darah. Pentingnya pengetahuan calon pendonor mengenai syarat seleksi donor diperlukan untuk meminimalisasi penolakan pada saat seleksi donor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan calon pendonor mengenai syarat seleksi donor di UDD PMI Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif observasional survei. Pada penelitian ini teknik sampel yang digunakan yaitu accidental sampling yang jumlah sampelnya sebanyak 100 orang dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa hampir setengah (40%) calon pendonor memiliki tingkat pengetahuan cukup mengenai syarat seleksi donor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan calon pendonor yaitu usia, pendidikan, dan pekerjaan. Calon pendonor yang paling banyak memiliki tingkat pengetahuan baik tentang syarat seleksi donor yaitu pada pegawai swasta sebesar 15% dan pada kelompok usia 17-25 tahun (masa remaja akhir) sebesar 17%. Kemudian calon pendonor yang paling banyak memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang syarat seleksi donor yaitu pada kelompok usia 26-35 (masa dewasa awal) sebesar 17% dan pada tingkat pendidikan sarjana sebesar 20%. Perlu dilakukan rekrutmen donor darah kepada kelompok usia dewasa hingga lansia serta pada pekerja yang bukan di bidang kesehatan untuk diberikan edukasi mengenai syarat seleksi donor.
Abstract (English)
Donor selection is carried out to protect the health of potential donors and blood recipient patients by carrying out simple health checks. People who do not meet the blood donor selection requirements will be refused to donate blood. The importance of prospective donors' knowledge regarding donor selection requirements is necessary to minimize rejection during donor selection. This research was conducted to determine the level of knowledge of prospective donors regarding donor selection requirements at UDD PMI Malang Regency. This research uses descriptive observational survey research methods. In this research, the sampling technique used was accidental sampling with a sample size of 100 people with quantitative descriptive data analysis. Data collection uses primary data using a questionnaire. Based on the research results, it was found that almost half (40%) of potential donors had a sufficient level of knowledge regarding donor selection requirements. The factors that influence the knowledge of potential donors are age, education and employment. The majority of potential donors who have a good level of knowledge about donor selection requirements are private employees at 15% and in the 17-25 year age group (late adolescence) at 17%. Then, the most potential donors have a sufficient level of knowledge about donor selection requirements, namely in the 26-35 age group (early adulthood) at 17% and at the undergraduate education level at 20%. It is necessary to recruit blood donors for the adult to elderly age group as well as for workers who are not in the health sector to be provided with education regarding donor selection requirements.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.