Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2024

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK UMBI BENGKOANG Pachyrhizus erosus (L.) Urb. TERHADAP Salmonella typhi

Penulis: FEBIOLA MENA AMANDA
NIM: P17120211023
Program Studi: PROGRAM STUDI D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Apt. Lukky Jayadi, S.Farm., M.Farm
Tahun: 2024
Tanggal Pengesahan: 2024-05-17
Kode KTI: 9300_668.1 AMA f
Kata Kunci: Formulasi, Sabun Padat, ekstrak Umbi Bengkoang, Salmonella Typhi, evaluasi SNI
Bahasa: INDONESIA

Abstraksi

Kosmetik menjadi kebutuhan primer karena menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan bagi semua kalangan, contoh jenis kosmetik yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari yaitu sabun. Sabun digunakan dengan tujuan dapat membersihkan kotoran badan pada kulit, kulit menjadi pertahanan pertama terhadap mikroorganisme. bengkoang mampu mengatasi permasalah pada kulit Penambahan bahan alami yang memiliki khasiat di harapkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini membuat formulasi sabun padat dengan menambahkan konsentrasi ekstrak bengkoang 4%, 8% dan 12%. Ekstrak bengkoang diperoleh dengan metode maserasi. Sabun dievaluasi dengan acuan SNI 3532:2021 meliputi pengujian organoleptis, pH, Uji Stabilitas Busa, Uji Kadar Air, Uji Total Lemak, Bahan tidak larut dalam etanol, Uji Alkali bebas/Asam lemak bebas, Uji Kadar Klorida, Uji Lemak tidak tersabunkan dan menguji efektivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi. Hasil yang diperoleh setelah evaluasi pengujian persyaratan mutu dengan acuan SNI 3532:2021 tentang sabun mandi padat yang memenuhi mutu SNI pada uji pH, Stabilitas Busa dan pengujian kadar klorida. Sabun padat yang tidak memenuhi yaitu pada uji Total Lemak dan Uji Lemak tidak tersabunkan. Pengujian Kadar Air rata-rata persentase F0=22%; F1=26%; F2=23%; F4=23% dengan persyaratan mutu maksimal 23% maka pada F1 tidak memenuhi persyaratan mutu SNI. Hasil uji bahan tidak larut etanol sabun padat F0=5,7%; F1=9,2%; F2=13,6%; F3=18,8%, dengan persyaratan mutu SNI maksimal 10% maka pada formulasi F2 dan F3 tidak memenuhi. Pengujian Alkali Bebas/ Asam Lemak Bebas sabun padat diperoleh hasil F0=2,5%; F1=3,3%; F2=3,9%; F3=3,6%, peryasaratan mutu SNI maksimal 2,5% maka, F0 memenuhi. Hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi, diameter zona hambat tidak terlihat di daerah kertas cakram pada setiap variasi konsentrasi sabun dengan hasil diameter dan kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin, hasil zona diameter daya hambat yang diperoleh, kontrol positif= 4 cm; kontrol negatif=0; F0=0; F1=0; F2=0; F3=0, banyak faktor yang dapat memperngaruhi pengujian seperti pada kandungan sabun yang tidak mencukupi untuk melawan pertumbuhan bakteri, bakteri mampu berkembang biak walaupun terpapar sabun antibakteri kesimpulannya sabun tidak memiliki potensi menjadi sabun antibakteri karena tidak memiliki aktivitas terhadap bakteri Salmonella typhi.

Abstract (English)

Cosmetics become a primary need because it is an indispensable need for all circles, an example of a type of cosmetic that is often used for daily needs is soap. Soap is used with the aim of cleaning body dirt on the skin, the skin becomes the first defense against microorganisms. bengkoang is able to overcome problems on the skin The addition of natural ingredients that have properties is expected to inhibit bacterial growth. This study made a solid soap formulation by adding 4%, 8% and 12% concentration of bengkoang extract. The bengkoang extract was obtained by maceration method. The soap was evaluated with reference to SNI 3532:2021 including organoleptical testing, pH, Foam Stability Test, Moisture Content Test, Total Fat Test, Insoluble ingredients in ethanol, Free Alkali Test / Free fatty acids, Chloride Content Test, Unsaponifiable Fat Test and testing antibacterial effectiveness against Salmonella typhi. The results obtained after evaluating the quality requirements testing with reference to SNI 3532: 2021 concerning solid bath soap that meets the SNI quality in the pH test, Foam Stability and chloride content testing. Solid soaps that do not meet are the Total Fat test and the Unsaponifiable Fat test. Testing the average water content percentage of F0 = 22%; F1 = 26%; F2 = 23%; F4 = 23% with a maximum quality requirement of 23%, so F1 does not meet the SNI quality requirements. The results of the ethanol insoluble material test of solid soap F0 = 5.7%; F1 = 9.2%; F2 = 13.6%; F3 = 18.8%, with the maximum SNI quality requirements of 10%, the formulations F2 and F3 do not meet. Testing of Free Alkali / Free Fatty Acid solid soap obtained the results of F0 = 2.5%; F1 = 3.3%; F2 = 3.9%; F3 = 3.6%, the SNI quality requirement is a maximum of 2.5% so, F0 meets. The results of testing antibacterial activity against Salmonella typhi, the diameter of the inhibition zone is not visible in the disc paper area at each variation of soap concentration with the results of the diameter and positive control used, namely amoxicillin, the results of the inhibition diameter zone obtained, positive control = 4 cm; negative control = 0; F0 = 0; F1 = 0; F2 = 0; F3 = 0, Many factors can influence testing such as the content of soap that is insufficient to fight bacterial growth, bacteria are able to multiply despite exposure to antibacterial soap the conclusion is that soap does not have the potential to become antibacterial soap because it does not have activity against Salmonella typh bacteria.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan