2024
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Latar Belakang :
Prevalensi angka balita stunting di tingkat Kabupaten Malang berdasarkan Survei
Status Gizi Indonesia pada tahun 2021 mencapai 25,7% pada tahun 2022 turun
menjadi 23%. Prevalensi balita wasting pada 2021 sebesar 3,5%, kemudian
pada tahun 2022 prevalensi wasting turun menjadi 3,2%. Pada prevalensi balita
underweight pada tahun 2021 14,5%, kemudian pada tahun 2022 turun menjadi
13,4%. Dan pada prevalensi pada 2021 balita overweight 3,8% lalu turun menjadi
3,4% pada tahun 2022.(Kemenkes RI, 2022). Tujuan Penelitian : Mendapat
gambaran status gizi dan pemberian Makanan Pendamping ASI pada balita usia
6-23 bulan di desa Wajak,Kabupaten Malang. Metode : Jenis penelitian yang
digunakan dalam ini penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan desain
penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional.
Variabel yang akan di ukur dalam penelitian ini adalah gambaran status gizi dan
pemberian MP-ASI meliputi usia pertamakali balita diberi MP-ASI, Bentuk MPASI,
Frekuensi pemberian MP-ASI, Porsi MP-ASI, dan variasi MP-ASI pada
balita usia 6-23 bulan di Desa Wajak Kabupaten Malang. Hasil : Status gizi balita
berdasarkan BB/U sebagian besar balita dengan kategori berat badan normal
.Status gizi balita berdasarkan PB/U Sebagian besar balita dengan kategori
pendek Status Gizi balita berdasarkan BB/PB sebagian besar balita dengan
kategori Gizi baik . Sebagian besar balita mendapat MP-ASI di usia 6 bulan.
BaIita dengan rentang usia 6-8 bulan dan usia 12-23 bulan sebagian besar
mendapat tekstur MP-ASI sesuai, Sedangkan balita dengan rentang usia 9-11
bulan sebagian besar mendapat tekstur MP-ASI tidak sesuai. Sebagian balita
mendapatkan MP-ASI dengan bahan pangan yang terdiri dari sumber
karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah. Balita dengan
rentang usia 6-8 bulan sebagian besar mendapat porsi MP-ASI yang sesuai.
Sedangkan balita dengan rentang usia 9-10 bulan dan 12-23 bulan sebagian
besar mendapatkan porsi tidak sesuai.
Abstract (English)
Overview of Nutritional Status and Complementary Feeding (MP-ASI) in Toddlers Aged 6-23 Months in Wajak Village, Malang Regency
Background: The prevalence of stunted toddlers at the Malang District level
based on the Indonesian Nutrition Status Survey in 2021 reached 25.7% and in
2022 decreased to 23%. The prevalence of wasting toddlers in 2021 was 3.5%,
then in 2022 the prevalence of wasting dropped to 3.2%. The prevalence of
underweight toddlers in 2021 was 14.5%, then in 2022 it dropped to 13.4%. And
in 2021 the prevalence of overweight toddlers was 3.8% and then fell to 3.4% in
2022.(Kemenkes RI, 2022).Research Objective: To obtain an overview of
nutritional status and complementary feeding for toddlers aged 6-23 months in
Wajak Village, Malang Regency. Methods: The type of research used in this
study is qualitative using descriptive research design. The research method used
is cross sectional. The variables that will be measured in this study are the
description of nutritional status and the provision of complementary foods
including the age of the first time the toddler is given complementary foods, the
form of complementary foods, the frequency of giving complementary foods, the
portion of complementary foods, and the variety of complementary foods in
toddlers aged 6-23 months in Wajak Village, Malang Regency. Results:
Nutritional status of toddlers based on BB / U most of the toddlers with normal
weight category. Nutritional status of toddlers based on PB / U most of the
toddlers with short category. Most of the under-fives received complementary
food at the age of 6 months. Children aged 6-8 months and 12-23 months mostly
received appropriate texture of complementary food, while children aged 9-11
months mostly received inappropriate texture of complementary food. Most
toddlers received complementary food consisting of carbohydrate sources,
animal protein, vegetable protein, vegetables and fruit. Toddlers aged 6-8 months
mostly received the appropriate portion of complementary food. Whereas
toddlers aged 9-10 months and 12-23 months mostly received inappropriate
portions.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.