Kembali ke Daftar KTI
2023 Hubungan Tingkat Pendapatan dan Tingkat Konsumsi Energi dan Protein Dengan Balita Stunting di Desa Sumberkradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
Penulis: NAJA MAHDADINA ALI
NIM: P17110204120
Program Studi: DIPLOMA III GIZI
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa, MPS
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-06-27
Kode KTI: 9300_610 ALI h
Subjek: Tingkat Pendapatan, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein
Kata Kunci: Socioeconomic, Level of Energy Consumption, Level of Protein Consumption
Bahasa: INDONESIA
Abstraksi
Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang lama, karena pemberian asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizinya (Muniroh, 2015). Asupan gizi yang diperoleh bayi sejak lahir tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Berdasarkan hail Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 keiadian stunting menunjukkan 10,2% sedangkan pada Kemenkes 2018 prevalensi stunting pada anak yaitu 30,8% Prevalesi stunting anak balita di Jawa Timur lebih tinggi daripada rata-rata prevalensi di tingkat nasional yaitu sebesar 32,8%. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui dan menganalisis Hubungan Tingkat Pendapatan dan Tingkat Konsumsi Energi dan Protein Dengan Balita Stunting di Desa Sumberkradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan desain penelitian corss sectional. Sampel berjumlah 17 balita stunting. Balita stunting dengan kategori pendek sebanyak 9 balita (53%) dan balita stunting dengan kategori sangat pendek sebanyak 8 balita (47%). Pengolahan data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita (p=0,576), tidak terdapat hubungan antara tingkat konsumsi energi dengan kejadian stunting pada balita (p=0,385), tidak terdapat hubungan tingkat konsumsi protein dengan kejadian stunting pada balita (p=0,576)
Kata Kunci : Tingkat Pendapatan, Tingkat Konsumsi Energi, Tingkat Konsumsi Protein
Abstract (English)
Correlation between Income Level and Energy and Protein Consumption Level with Stunting Toddlers in Sumberkradenan Village, Pakis District, Malang Regency
Stunting is caused by inadequate nutritional intake over a long period of time, due to feeding
that is not in accordance with their nutritional needs (Muniroh, 2015). The nutritional intake
that is obtained by the baby from birth is of course very influential on its growth. Based on the
results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) the prevalence of stunting shows
10.2%, while in the 2018 Ministry of Health the prevalence of stunting in children is 30.8%.
The prevalence of stunting in toddlers in East Java is higher than the average prevalence at
the national level, which is 32 .8%. The purpose of this study was to find out and analyze the
relationship between income levels and energy and protein consumption levels with stunted
toddlers in Sumberkradenan Village, Pakis District, Malang Regency. Using an analytic
observational research method with cross sectional research design. The sample is 17
stunting toddlers. Stunted toddlers in the short category were 9 toddlers (53%) and stunted
toddlers in the very short category were 8 toddlers (47%). Processing data using Chi-square
test. The results of this study indicate that there is no relationship between socio-economic
and the incidence of stunting in toddlers (p=0.576), there is no relationship between the level
of energy consumption and the incidence of stunting in toddlers (p=0.385), there is no
relationship between the level of protein consumption and the incidence of stunting in toddler
(p=0.576)
Keywords: Socioeconomic, Level of Energy Consumption, Level of Protein Consumption
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.