Kembali ke Daftar KTI
2023 HUBUNGAN PENGGUNAAN APLIKASI PESAN ANTAR MAKANAN ONLINE, JUMLAH UANG SAKU DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA JURUSAN GIZI POLTEKKES KEMENKES MALANG
Penulis: ARDELIA BETA RAMADHANTI
NIM: P17111193057
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
Dosen Pembimbing: Hasan Aroni, SKM., MPH
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-07-07
Kode KTI: 9300_610 RAM h-1 RAM h
Subjek: obesitas,berat badan
Bahasa: INDONESIA
Abstraksi
Latar belakang : Berdasarkan Riskesdas (2018), proporsi berat badan lebih dan obesitas pada dewasa (>18 tahun) pada tahun 2007-2018 mengalami peningkatan, pada tahun 2018 angka nya mencapai 21,8%, sedangkan di Jawa Timur tahun 2018 angka nya diatas rata-rata nasional (21,8%) yaitu sebesar 22,37%. Dalam penelitian Cerdasari (2019) ditemukan bahwa mahasiswi Poltekkes Kemenkes Malang Jurusan Gizi yang memiliki status gizi lebih angka nya sebesar 20% , lebih tinggi dibandingkan mahasiswi yang memiliki status gizi underweight. Menurut Kemenkes (2018), faktor-faktor penyebab obesitas dan berat badan lebih yaitu faktor genetik, lingkungan (pola makan dan aktivitas fisik), faktor obat-obatan dan hormonal. Salah satu kecanggihan teknologi saat ini ialah layanan pesan antar makanan online yang memudahkan pengguna untuk membeli makan tanpa langsung datang ke warung/restoran. Menurut Cahya (2019), mahasiswa merupakan mayoritas pengguna layanan pesan antar makanan. Pengguanaan layanan pesan antar makanan online dapat memengaruhi gaya hidup termasuk pola makan dan berdampak pada status gizi (Nurhayati et al. (2021), Harahap et al. (2020)). Uang saku juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengeluaran konsumsi mahasiswa termasuk dalam membeli makanan yang akan dikonsumsinya (Kurniawan & Widyaningsih, 2017). Tujuan : Untuk mengetahui hubungan penggunaan aplikasi pesan antar makanan online, jumlah uang saku, dan aktivitas fisik dengan status gizi Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Metode : Jenis penelitian ini yaitu penelitian analitik dengan desain cross sectional dengan responden sebanyak 35 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran antropometri (BB dan TB) untuk mengetahui status gizi mahasiswa kemudian dilakukan pengisian kuesioner penggunaan aplikasi pesan antar makanan online, jumlah uang saku, dan aktivitas fisik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Fisher-exact untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil : Tidak terdapat hubungan antara penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dengan status gizi dengan nilai p=0,608, tidak terdapat hubungan antara jumlah uang saku dengan status gizi mahasiswa dengan nilai p=1,000, dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa dengan nilai p=0,727. Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara penggunaan aplikasi pesan antar makanan online, jumlah uang saku, dan aktivitas fisik dengan status gizi Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstract (English)
Background: Based on Riskesdas (2018), the proportion of overweight and obesity in adults (> 18 years) in 2007-2018 has increased, in 2018 the figure reached 21.8%, while in East Java in 2018 the figure was above the national average (21.8%) is 22.37%. In the Cerdasari (2019) it was found that female students of the Malang Ministry of Health Polytechnic of the Ministry of Health who had an overweight nutritional status had a rate of 20%, higher than female students who had underweight nutritional status. According to Kemenkes (2018), the factors that cause obesity and overweight are genetic, environmental (diet and physical activity) factors, drug and hormonal factors. One of the sophistications of today's technology is an online food delivery service that makes it easier for users to buy food without coming straight to a stall/restaurant. According to Cahya (2019), students make up the majority of food delivery service users. The use of online food delivery services can affect lifestyle including eating patterns and have an impact on nutritional status (Nurhayati et al. (2021), Harahap et al. (2020)). Pocket money is also one of the factors that influence student consumption expenses, including buying the food they will consume (Kurniawan & Widyaningsih, 2017). Objective : To know the relationship between the use of online food delivery applications, the student allowance, and physical activity with the nutritional status of students of the Nutrition Department of the Health Ministry of Health Malang Polytechnic. Design : This type of research is analytic research with a cross sectional design with 35 student respondents taken using a purposive sampling technique. Data collection was carried out by anthropometric measurements (BB and TB) to determine the nutritional status of students then filled out a questionnaire using the online food delivery application, amount of pocket money, and physical activity. The data obtained were analyzed using the Fisher-exact test to determine the relationship between variables. Results: There is no relationship between the use of online food delivery applications and nutritional status with p-value = 0.608, there is no relationship between the amount of pocket money and the nutritional status of students with p-value = 1.000, and there is no relationship between physical activity and nutritional status of students with p-value = 0.727. Conclusions : There is no relationship between the use of online food delivery applications, the amount of pocket money, and physical activity with the nutritional status of students of the Nutrition Department of the Health Ministry's Polytechnic of Malang.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.