Kembali ke Daftar KTI
2023 PEMANFAATAN TEPUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca l.), TEPUNG KACANG MERAH (Paseolus vulgaris), DAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) SEBAGAI SUSU SEREAL UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Penulis: RENI WULANDARI
NIM: P17111181020
Program Studi: DIPLOMA 4 GIZI
Dosen Pembimbing: Theresia Puspita, Maryam Razak
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-02-22
Kode KTI: 9300_610 WUL p-3 WUL p
Subjek: Diabetes mellitus, susu sereal, tepung pisang kepok, tepung kacang merah, tepung labu kuning.
Kata Kunci: Diabetes mellitus, susu sereal, tepung pisang kepok, tepung kacang merah, tepung labu kuning.
Bahasa: INDONESIA
Abstraksi
Prevalensi penderita diabetes mellitus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan Kementrian Kesehatan RI (2018) pada data Riskesdas 2018, prevalensi diabetes mellitus di Indonesia meningkat dari 6,9% pada tahun 2013 menjadi 8,5% pada tahun 2018. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan diabetes adalah dengan meningkatkan asupan serat. Bahan yang digunakan antara lain tepung pisang kepok sebagai sumber serat (29 g/ 100 g) untuk mengatur kadar glukosa darah dengan cara menghambat absorbsi glukosa, tepung kacang merah sebagai sumber protein yaitu asam amino arginine (600mg/100g) yang berperan sebagai antidiabetik, serta tepung labu kuning sebagai antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas pada saat terjadinya hiperglikemia.
Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 3 taraf perlakuan, setiap taraf perlakuan dilakukan replikasi sebanyak 3 kali untuk masing masing-masing taraf perlakuan. Perlakuan P1 (80% tepung pisang kepok : 10% tepung kacang merah : 10% tepung labu kuning), P2 (70% tepung pisang kepok : 20% tepung kacang merah : 10% tepung labu kuning), P3 (60% tepung pisang kepok : 30% tepung kacang merah : 10% tepung labu kuning). Parameter yang diteliti ialah, mutu gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat), mutu fungsional (kadar serat), dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa, mothfeel).
Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa proporsi tepung pisang kepok, tepung kacang merah, dan tepung labu kuning memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadao mutu organoleptik. Taraf perlakuan terbaik yaitu P1 dengan nilai gizi per porsi (100 gram) yaitu energi 359,35 kkal, protein 12,51 gram, lemak 11,32 gram, karbohidrat 51,87, dan serat 2,65 gram.
Kata kunci : Diabetes mellitus, susu sereal, tepung pisang kepok, tepung kacang merah, tepung labu kuning.
Abstract (English)
The Utilization of Kepok Banana Flour (Musa Paradisiaca L.), Red Bean Flour (Paseolus Vulgaris), and Yellow Pumpkin Flour (Cucurbita Moschata) As Cereal Milk for Type 2 Diabetes Mellitus Patients.
The prevalence of diabetes mellitus sufferers increases every year. Based on the Indonesian Ministry of Health (2018) on the 2018 Riskesdas data, the prevalence of diabetes mellitus in Indonesia increased from 6.9% in 2013 to 8.5% in 2018. One of the efforts to prevent and control diabetes is to increase fiber intake. The ingredients used include banana kepok flour as a source of fiber (29 g/100 g) to regulate blood glucose levels by inhibiting glucose absorption, red bean flour as a source of protein, namely the amino acid arginine (600 mg/100 g) which acts as an antidiabetic, and pumpkin flour as an antioxidant that can inhibit free radicals in the event of hyperglycemia.
The method used is Completely Randomized Design (CRD). It consisted of 3 treatment levels, each treatment level was replicated 3 times for each treatment level. Treatment P1 (80% kepok banana flour: 10% red bean flour: 10% pumpkin flour), P2 (70% kepok banana flour: 20% red bean flour: 10% pumpkin flour), P3 (60% kepok banana flour : 30% red bean flour : 10% pumpkin flour). The parameters studied were nutritional quality (energy, protein, fat, carbohydrates), functional quality (fiber content), and organoleptic quality (color, aroma, taste, mothfeel).
The results of statistical analysis showed that the proportions of banana kepok flour, red bean flour, and pumpkin flour had no significant effect on organoleptic quality. The best treatment level was P1 with nutritional value per portion (100 grams) namely energy 359.35 kcal, protein 12.51 grams, fat 11.32 grams, carbohydrates 51.87 and fiber 2.65 grams.
Keywords: Diabetes mellitus, cereal milk, kepok banana flour, red bean flour, pumpkin flour.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.