Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN ASUPAN LEMAK, ASUPAN NATRIUM, STATUS GIZI, SERTA AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO

Penulis: FAIZAH TRIANTIKA MEIRIANA PUTRI
NIM: P17111191006
Program Studi: DIPLOMA 4 GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST., M.Kes., RD dan Dr. Nur Rahman, STP., MP., RD
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-06-12
Kode KTI: 9300_610 PUT h-2 PUT h
Subjek: Hipertensi, Asupan Lemak, Asupan Natrium, Status Gizi, Aktivitas Fisik.
Kata Kunci: Hipertensi, Asupan Lemak, Asupan Natrium, Status Gizi, Aktivitas Fisik.
Bahasa: INDONESIA

Abstraksi

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi masih menjadi penyebab paling umum terjadinya penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya, Hipertensi disebut sebagai silent killer karena seringkali muncul tanpa gejala. Asupan lemak, asupan natrium, status gizi, serta aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi. Asupan lemak yang tinggi dapat meningkatkan risiko aterosklerosis yakni penyempitan pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah dan menyebabakan tekanan darah tinggi. Asupan natrium yang tinggi dapat memicu terjadinya peningkatan volume plasma dan curah jantung sehingga terjadi peningkatan tekanan darah. Status gizi obesitas akan meningkatkan beban jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh, akibatnya tekanan darah cenderung lebih tinggi. Selain itu, aktivitas fisik yang rendah cenderung menyebabkan frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi dan mengakibatkan otot jantung bekerja lebih keras pada setiap kontraksi sehingga semakin keras otot jantung dalam memompa darah yang akan menyebabkan kenaikan tekanan darah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak, asupan natrium, status gizi, serta aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang melibatkan 32 responden dengan usia ≥45 tahun. Pengambilan data asupan lemak dan asupan natrium menggunakan formulir Food Recall 3x24 jam, untuk pengambilan data status gizi dilakuka dengan cara pengukuran secara langsung, dan pengambilan data aktivitas fisik menggunakan formulir PAL (Physical Activity Level). Analisa data penelitian menggunakan uji statistik korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% dengan p-value 0,05. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara asupan lemak dengan kejadian hipertensi (p = 0,000 ), terdapat hubungan antara asupan natrium dengan kejadian hipertensi (p = 0,000), terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi (p = 0,004), tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p = 0,415). Simpulan: Terdapat hubungan antara asupan lemak, asupan natrium, dan status gizi dengan kejadian hipertensi serta tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Kata kunci : Hipertensi, Asupan Lemak, Asupan Natrium, Status Gizi, Aktivitas Fisik.

Abstract (English)

The Relationship between Fat Intake, Sodium Intake, Nutritional Status, and Physical Activity with the Incidence of Hypertension in the Working Area of the Kraksaan Health Center, Probolinggo Regency

Background: Hypertension or high blood pressure is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. Hypertension is still the most common cause of cardiovascular disease. Cardiovascular disease is the number one cause of death in the world every year. Hypertension is called the silent killer because it often appears without symptoms. Fat intake, sodium intake, nutritional status, and physical activity are risk factors that can cause hypertension. High fat intake can increase the risk of atherosclerosis, which is narrowing of the blood vessels that impedes blood flow and causes high blood pressure. High sodium intake can trigger an increase in plasma volume and cardiac output resulting in an increase in blood pressure. Obesity nutritional status will increase the burden on the heart to pump blood throughout the body, as a result blood pressure tends to be higher. In addition, low physical activity tends to cause a higher heart rate and causes the heart muscle to work harder on each contraction so that the heart muscle has to work harder to pump blood which will cause an increase in blood pressure. Purpose: To determine the relationship between fat intake, sodium intake, nutritional status, and physical activity with the incidence of hypertension in the working area of the Kraksaan Health Center, Probolinggo Regency Methods: This type of research is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The sampling method used was purposive sampling involving 32 respondents aged ≥45 years. Data collection on fat intake and sodium intake used the 3x24 hour Food Recall form, data for nutritional status was collected by direct measurement, and physical activity data was collected using the PAL (Physical Activity Level) form. Analysis of the research data used the Spearman Rank correlation statistical test with a 95% confidence level with a p-value of 0.05. Results: The results of bivariate analysis showed that there was a relationship between fat intake and the incidence of hypertension (p = 0.000), there was a relationship between sodium intake and the incidence of hypertension (p = 0.000), there was a relationship between nutritional status and the incidence of hypertension (p = 0.004), there was no the relationship between physical activity and the incidence of hypertension (p = 0.415). Conclusion: There is a relationship between fat intake, sodium intake, and nutritional status with the incidence of hypertension and there is no relationship between physical activity and the incidence of hypertension in the working area of the Kraksaan Health Center, Probolinggo Regency. Keywords: Hypertension, Fat Intake, Sodium Intake, Nutritional Status, Physical Activity.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan