Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
tidak tersedia
2023

HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI FAST FOOD, DENSITAS ENERGI, ZAT GIZI MAKRO DAN MIKRO DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA SMAN 1 TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK

Penulis: DAMARA LEYLANI SAKASISWARA
NIM: P17111193078
Program Studi: DIPLOMA 4 GIZI
Dosen Pembimbing: Endang Widajati, SST., M.Kes dan Dr. Etik Sulistyowati, S.Gz., M.Kes
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-05-31
Kode KTI: 9300_610 SAK h
Subjek: Konsumsi Fast Food, Densitas Energi, Zat Gizi Makro dan Mikro, Status Gizi.
Kata Kunci: Konsumsi Fast Food, Densitas Energi, Zat Gizi Makro dan Mikro, Status Gizi.
Bahasa: INDONESIA

Abstraksi

Latar belakang: Berdasarkan hasil Riskesdas (2018) menunjukkan 25,7% remaja usia 13-15 tahun dan 26,9% remaja usia 16-18 tahun dengan status gizi pendek dan sangat pendek. Selain itu terdapat 8,7% remaja usia 13-15 tahun dan 8,1% remaja usia 16-18 tahun dengan kondisi kurus dan sangat kurus, sedangkan prevalensi berat badan lebih dan obesitas sebesar 16% pada remaja usia 13-15% tahun dan 13,5% pada remaja usia 16-18 tahun. Hal ini disebabkan karena konsumsi makanan dengan nilai densitas energi tinggi dalam jangka waktu lama akan berhubungan dengan status gizi. Penelitian yang dilakukan oleh Rachmanida di menunjukkan ada hubungan densitas energi makanan yang tinggi dengan status gizi pada wanita usia subur. Metode: Populasi siswa MIPA SMAN 1 Tanjunganom kelas XI. Sampel pada penelitian adalah menurut kriteria inklusi yaitu remaja siswa-siswi kelas XI berusia 15 – 18 tahun di SMA Negeri 1 Tanjunganom. Kebiasaan konsumsi fast food, densitas energi, zat gizi makro dan mikro termasuk dalam variabel independen sedangkan variabel dependennya adalah status gizi. Pengolahan data menggunakan uji univariat untuk mengetahui nilai rata-rata yang diperlakukan secara kontinyu dan data yang diperlukan secara kategorik untuk mengetahui frekuensinya. Dilakukan untuk variabel yang diteliti yaitu kebiasaan konsumsi fast food, densitas energi, zat gizi makro dan mikro, dan status gizi. Analisis bivariate dilakukan untuk mengetahui hubungan antar kedua variabel. Hubungan kedua variabel variabel dianalisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Pada remaja usia 15 – 18 tahun yang mengkonsumsi makanan fast food dengan densitas normal memiliki status gizi overweight. Pada remaja usia 15 – 18 tahun yang mengkonsumsi makanan fast food dengan densitas energi tinggi memiliki status gizi obese. Terdapat hubungan antara konsumsi fast food, densitas energi, dan zat gizi makro dan mikro dengan status gizi remaja di SMA Negeri 1 Tanjunganom dengan nilai p-value yaitu 0,047. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food, densitas energi, zat gizi makro dan mikro dengan status gizi remaja. Pada remaja yang mengkonsumsi fast food berlebih dapat mencapai status gizi lebih. Kata kunci: Konsumsi Fast Food, Densitas Energi, Zat Gizi Makro dan Mikro, Status Gizi.

Abstract (English)

Correlation between Fast Food Consumption Habits, Energy Density, Macro and Micro Nutritional Status with Nutritional Status in Adolescents at SMAN 1 Tanjunganom, Nganjuk Regency.

Background : Based on the results of Riskesdas (2018) it shows 25.7% of adolescents aged 13-15 years and 26.9% of adolescents aged 16-18 years with short and very short nutritional status. In addition, there are 8.7% of adolescents aged 13-15 years and 8.1% of adolescents aged 16-18 years who are thin and very thin, while the prevalence of overweight and obesity is 16% in adolescents aged 13-15% years and 13.5% in adolescents aged 16-18 years. This is because consumption of foods with high energy density values in the long term will be associated with nutritional status. Research conducted by Rachmanida in shows there is a relationship between high food energy density and nutritional status in women of childbearing age. Methods : The population of class XI MIPA students of SMAN 1 Tanjunganom. The sample in the study was according to the inclusion criteria, namely students in class XI aged 15-18 years at SMA Negeri 1 Tanjunganom. Fast food consumption habits, energy density, macro and micro nutrients are included in the independent variables while the dependent variable is nutritional status. Data processing uses a univariate test to find out the average value that is treated continuously and the data needed categorically to determine the frequency. Performed for the variables studied, namely fast food consumption habits, energy density, macro and micro nutrients, and nutritional status. Bivariate analysis was conducted to determine the relationship between the two variables. The relationship between the two variables was analyzed using the Chi Square Test. Results : In adolescents aged 15-18 years who consume fast food with normal density have overweight nutritional status. In adolescents aged 15-18 years who consume fast food with high energy density have obese nutritional status. There is a relationship between consumption of fast food, energy density, and macro and micro nutrients with the nutritional status of adolescents at SMA Negeri 1 Tanjunganom with a p-value of 0.047. Conclusion : There is a significant relationship between fast food consumption habits, energy density, macro and micro nutrients and the nutritional status of adolescents. In adolescents who consume excess fast food can achieve more nutritional status. Keywords : Fast Food Consumption, Energy Density, Macro and Micro Nutrients, Nutritional Status.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan