Kembali ke Daftar KTI
2023 ASUHAN GIZI PADA BALITA USIA 21 BULAN DENGAN RISIKO STUNTING (PENDEK) DI PUSKESMAS MULYOREJO
Penulis: ARFEMINSANTYA LUTFIAH JASMINE
NIM: P17110203052
Program Studi: DIPLOMA 3 GIZI
Dosen Pembimbing: Dwipajati,SST, M.Gz
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-04-13
Kode KTI: 9300_610 JAS a
Subjek: Stunting, Asuhan Gizi
Kata Kunci: Stunting, Asuhan Gizi
Bahasa: INDONESIA
Abstraksi
Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Stunting adalah balita dengan nilai Z-score tinggi badan kurang dari -2SD (Standar Deviasi) dan kurang dari -3SD (Standar Deviasi) disebut stunted. Balita Stunting disebabkan oleh banyak hal seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, infeksi yang berulang, dan asupan gizi pada bayi. Kasus stunting di Indonesia masih termasuk kategori unfinished, berdasarkan SSG1 2021 kasus stunting di Jawa Timur termasuk daerah dengan kategori medium (23,5%), salah satu lokasinya adalah di Kelurahan Mulyorejo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui asuhan gizi pada balita usia 21 bulan dengan risiko stunting (pendek) di Puskesmas Mulyorejo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus (case study). Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Mulyorejo pada tanggal 25 Oktober-31 Desember 2022. Pengumpulan data yang diambil adalah identitas pasien, data antropometri, data fisik/klinis, dan data monitoring evaluasi. Cara pengumpulan data melalui wawancara. Intervensi yang diberikan yaitu terapi edukasi kepada ibu dan keluarga responden. Hasil penelitian menunjukkan jika ada peningkatan asupan energi dan zat gizi lainnya selama 1 bulan pengamatan. Perkembangan fisik/klinis responden terlihat dari responden lebih berisi (gemuk) dan aktif dari sebelumnya. Selama pengamatan 1 bulan tinggi badan responden tidak meningkat secara signifikan dari pengamatan hanya naik 0,1 cm saja, sedangkan untuk berat badan terlihat ada perubahan yang signifikan yang dapat dilihat juga dari fisik/klinis responden. Hasil edukasi gizi pada ibu responden mengalami peningkatan. Peningkatan pada edukasi ibu belum diterapkan secara maksimal kepada responden sehingga beberapa hasil belum sesuai target responden. Ibu dan keluarga responden disarankan untuk lebih memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang diberikan kepada responden, serta cara pengolahan makan lebih bervariasi lagi agar asupan makan responden terus meningkat guna mengajar pertumbuhan responden.
Kata Kunci: Stunting, Asuhan Gizi
Abstract (English)
Stunting is a condition of failure to thrive in children due to long-term malnutrition. A toddler with a height Z-score less than -2 SD (standard deviation) or less than -3 SD (standard deviation) is called stunted. Stunting under five is caused by many things, such as socio-economic conditions, maternal nutrition during pregnancy, illness in infants, recurrent infections, and nutritional intake in infants. Stunting cases in Indonesia are still in the unfinished category, based on SSG1 2021. Sunting cases in East Java are included in the medium category (23.5%), one of which is in Mulyorejo Village. The purpose of this study was to determine nutritional care for toddlers aged 21 months with a risk of stunting (short) at the Mulyorejo Health Center. The type of research used is qualitative with a case study design. This research was conducted in Mulyorejo Village from October 25–December 31, 2022. The data collected included patient identity, anthropometric data, physical and clinical data, and evaluation monitoring data. How to collect data through interviews The intervention provided was educational therapy for the mother and the respondent's family. The results showed that there was an increase in energy intake and other nutrients during the first month of observation. The physical and clinical development of the respondents can be seen in their being fuller (fatter) and more active than before. During the 1 month observation, the respondent's height did not increase significantly from the observation; it only increased by 0.1 cm, while there was a significant change in body weight, which could also be seen from the respondent's physical or clinical view. The results of nutrition education for the respondent's mothers have increased. The increase in maternal education has not been optimally applied to respondents, so some of the results have not met the respondent's target. The respondent's mother and family are advised to pay more attention to the type and amount of food given to the respondent, as well as a more varied way of preparing food, so that the respondent's food intake continues to increase in order to encourage the respondent's growth.
Keywords: Stunting, Nutritional Care
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.