Kembali ke Daftar KTI
2023 HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI INDONESIA
Penulis: SEALVANA BIN GAMA
NIM: P17110203071
Program Studi: DIPLOMA 3 GIZI
Dosen Pembimbing: Rany Adelina, S.Gz., MS
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-05-22
Kode KTI: 9300_610 GAM h
Subjek: Asupan Protein, Stunting Balita
Kata Kunci: Asupan Protein, Stunting Balita
Bahasa: INDONESIA
Abstraksi
Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kronis berupa penurunan kecepatan pertumbuhan secara linier akibat malnutrisi jangka panjang. Stunting menurut World Health Organization (WHO) Child Growth Standart didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD. Faktor yang menyebabkan stunting yaitu berupa asupan makanan dan penyakit infeksi. Balita yang mengalami defisiensi asupan protein yang berlangsung lama meskipun asupan energinya tercukupi akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang terhambat yang disebut dengan stunting.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis literatur review atau tinjauan pustaka yang akan dirangkum menggunakan metode tradisional review. Dalam metode ini, karya-karya ilmiah yang akan direview dipilih sendiri oleh peneliti dengan topik sesuai yaitu mengenai hubungan asupan protein dengan kejadian stunting balita di Indonesia (studi literatur).
Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian stunting balita di Indonesia.
Kesimpulan: Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan terhadap tujuh jurnal, kesimpulan yang diperoleh yaitu lima jurnal menyatakan terdapat hubungan antara asupan protein dengan kejadian stunting balita dan dua jurnal menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan. Hasil dan pembahasan penyebab kejadian stunting balita di Indonesia disebabkan karena kurangnya asupan protein. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan asupan protein dengan kejadian stunting balita di Indonesia.
Kata Kunci: Asupan Protein, Stunting Balita
Abstract (English)
THE RELATIONSHIP BETWEEN PROTEIN INTAKE WITH CHILDREN'S STUNTING INCIDENCE IN INDONESIA
Background: Stunting is a chronic condition in the form of a linear decrease in growth rate due to long-term malnutrition. Stunting according to the World Health Organization (WHO) Child Growth Standard is based on an index of body length for age (PB/A) or height for age (TB/A) with a z-score less than -2 SD. Factors that cause stunting are in the form of food intake and infectious diseases. Toddlers who experience a deficiency of protein intake that lasts a long time even though their energy intake is sufficient will experience stunted growth in height which is called stunting.
Methods: This research is a type of literature review which will be summarized using the traditional review method. In this method, the scientific works to be reviewed are selected by the researchers themselves with the appropriate topic, namely the relationship between protein intake and the incidence of stunting in toddlers in Indonesia (literature study).
Results: There is a significant relationship between protein intake and the incidence of toddler stunting in Indonesia.
Conclusion: Based on a literature study that was conducted on seven journals, the conclusions obtained were that five journals stated that there was a relationship between protein intake and the incidence of toddler stunting and two journals stated that there was no relationship. Results and discussion of the causes of toddler stunting in Indonesia due to a lack of protein intake. It can be concluded that there is a relationship between protein intake and the incidence of under-five stunting in Indonesia.
Keywords: Protein Intake, Toddler Stunting
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.