Kembali ke Daftar KTI
2023 ANALISIS POLA ASUH DAN POLA PEMBERIAN MAKAN KELUARGA PADA BALITA STUNTING DI DESA PAGERWOJO KECAMATAN KESAMBEN KABUPATEN BLITAR
Penulis: DENISE SEPTI LAHIRIA
NIM: P17110203058
Program Studi: DIPLOMA 3 GIZI
Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Endang Sutjiati, M.Kes
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-04-14
Kode KTI: 9300_610 LAH a
Subjek: stunting, pola asuh, pola pemberian makan
Kata Kunci: stunting, parenting style, feeding pattern
Bahasa: INDONESIA
Abstraksi
Latar Belakang: Data dari Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN dimana prevalensi stunting di Indonesia tahun 2021 yaitu 24,4%. Artinya, hampir seperempat Balita Indonesia mengalami stunting pada tahun lalu. Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan dan ketahanan terhadap penyakit, yang dapat berakibat fatal bagi produktivitas di masa dewasa. Salah satu faktor penyebab stunting adalah pola asuh dan pola makan yang diberikan keluarga tidak baik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh dan pola makan yang diberikan keluarga balita stunting hingga akhirnya anak tersebut menderita stunting.
Metode: Metode yang digunakan yaitu analisis data dengan jenis penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu 40 ibu balita stunting di Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar dengan umur anak 0-60 bulan. Variabel bebas yang digunakan pola asuh dan pola makan keluarga. Pengukuran pola asuh dengan mengggunakan kuesioner dengan penilaian skala likert, dan pola makan yang diberikan dengan kuesioner serta recall 24 jam yang didapat melalui wawancara ibu balita stunting dengan penilaian menggunakan skala likert.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita stunting berasal dari keluarga dengan pekerjaan orang tua yaitu buruh dengan pendapatan dibawah UMR dan usia ibu yaitu 20 sampai 25 tahun dengan pendidikan ibu maksimal SMA. Nilai Z-score -3SD sd ≤ -2 SD terbanyak perempuan. Pola asuh dan pola pemberian makan umumnya cukup namun, pada indikator asah yaitu pengurasan bak mandi dan jamban (minimal 1x seminggu) masih kurang. Pola makan balita stunting umumnya cukup namun, indikator jenis dan bahan makanan dan jumlah makanan yang diberikan masih kurang yaitu pemberian menu makan seimbang dimana terdapat nasi, protein nabati dan hewani, buah dan sayur serta susu masih jarang diberikan kepada anak.
Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah balita stunting berasal dari keluarga dengan pendapatan dibawah UMR. Pola asuh dan pola pemberian makan keluarga umumnya cukup namun pada beberapa indikator menunjukkan hasil yang kurang.
Kata kunci : stunting, pola asuh, pola pemberian makan
Abstract (English)
ANALYSIS OF PARENTING PATTERNS AND FAMILY FEEDING PATTERN IN STUNTING TODDLERS IN PAGERWOJO VILLAGE, KESAMBEN DISTRICT, BLITAR REGENCY
Background: Data from the Ministry of Health announced the results of the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) at the BKKBN National Working Meeting where the prevalence of stunting in Indonesia in 2021 is 24.4%. This means that almost a quarter of Indonesian toddlers experienced stunting last year. Stunting has an impact on the level of intelligence and resistance to disease, which can be fatal for productivity in adulthood. One of the factors that causes stunting is the upbringing and eating pattern given by the family is not good.
Purpose: This study aims to find out how the parenting and eating patterns are given by families of stunted toddlers so that eventually the child suffers from stunting.
Method: The method used is data analysis with a qualitative research type with research subjects namely 40 stunting toddler mothers in Pagerwojo Village, Kesamben District, Blitar Regency with children aged 0-60 months. The independent variables used were parenting and family eating patterns. Parenting patterns were measured using a questionnaire with a Likert scale assessment, and eating patterns were given with a questionnaire and a 24-hour recall obtained through interviews with mothers of stunting toddlers with an assessment using a Likert scale.
Results: The results showed that stunted toddlers came from families with parents' jobs, namely laborers with an income below the UMR and the mother's age was 20 to 25 years with the mother's education being a maximum of high school. The highest Z-score value -3SD sd ≤ -2 SD female. Parenting patterns and feeding patterns are generally sufficient, however, the sharpening indicators, namely draining the bath and latrines (at least once a week) are still lacking. The diet for stunting toddlers is generally sufficient, however, indicators of the type and ingredients of food and the amount of food given are still lacking, namely the provision of a balanced diet which contains rice, vegetable and animal protein, fruit and vegetables and milk, which is rarely given to children.
Conclusion: The conclusion from this study is that stunting toddlers come from families with incomes below the minimum wage. Parenting patterns and family feeding patterns are generally sufficient but in some indicators show poor results.
Keywords: stunting, parenting style, feeding pattern
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.