Kembali ke Daftar KTI
2023 GAMBARAN SISA MAKANAN DAN BIAYA MAKANAN YANG TERBUANG PADA DIET MAKANAN LUNAK PASIEN RSUD KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2023
Penulis: TIA NOVITA ANJANI
NIM: P17110201017
Program Studi: DIPLOMA 3 GIZI
Dosen Pembimbing: Carissa Cerdasari, S.Gz., M.P.H., RD
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-05-19
Kode KTI: 9300_610 ANJ g
Subjek: sisa makanan, biaya makanan terbuang, diet makanan lunak
Kata Kunci: sisa makanan, biaya makanan terbuang, diet makanan lunak
Bahasa: INDONESIA
Abstraksi
Penyelenggaraan makanan institusi bertujuan mencapai status gizi atau status kesehatan yang optimal melalui pemberikan asupan makan yang tepat dan baik, namun banyak pasien yang meninggalkan sisa makanan. Sisa makanan yang masih tinggi akan mempengaruhi status gizi pasien yang dapat menyebabkan terjadinya malnutrisi. Selain itu pasien akan merasakan kerugian dari sisi keuangan, sehingga terdapat biaya makann yang terbuang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran sisa makanan dan biaya makanan yangterbuang pada diet makanan lunak pasien RSUD Kabupaten Jombang.
Penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif dengan teknik penarikan sampel secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara menimbang sisa makanan lunak sampel yang terdiri dari 3 kali makanan utama dan selingan berupa buah yang dilaksanakan selama 7 hari. Responden pasien rawat inap yaitu usia 15-80 tahun yang mendapatkan makanan lunak kelas I,II,III di RSUD Kabupaten Jombang berjumlah total 35 orang dari seluruh siklus menu.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata sisa makanan pokok 26,6%, lauk hewani 25,6%, lauk nabati 19,4%, sayur 30,1%, dan buah 8,1%. Jumlah biaya yang terbuang paling banyak berdasarkan kelompok hidangan adalah lauk hewani (Rp538.002,00), berdasarkan waktu makan adalah waktu makan siang Rp 2.448.962,00 dan biaya yang terbuang paling besar menurut kelas perawatan terdapat pada kelas III (Rp53.918,00).
Kesimpulan perbandingan biaya yang terbuang dengan anggaran instalasi gizi yaitu Rp4.528.592,00/bulan Februari, maka terdapat 29,78% biaya terbuang dari anggaran. Angka tersebut mempunyai nilai ekonomi yang cukup besar yaitu sebesar 20%-40% dari anggaran kesehatan rumah sakit. Disarankan bagi RSUD Kabupaten Jombang lebih meningkatkan agar tidak ada sisa makanan dan biaya yang terbuang lagi sehingga kebutuhan gizi pasien dapat meningkat, lama hari rawat pasien tidak lama, dan anggaran untuk perawatan tidak besar.
Abstract (English)
Organizing institutional food aims to achieve optimal nutritional status or health status through providing proper and good food intake, but many patients leave food scraps. Food residue that is still high will affect the patient's nutritional status which can lead to malnutrition. In addition, the patient will feel a financial loss, so there is a wasted food cost. The aim of this study was to describe food waste and the cost of wasted food on the soft food diet of patients at Jombang District General Hospital.
This research is a descriptive study with a random sampling techniquepurposive sampling. This research was conducted by weighing the remaining soft food samples consisting of 3 main meals and a fruit snack which was carried out for 7 days. Inpatient respondents aged 15-80 years who received class I, II, III soft food at the Jombang District Hospital totaled 35 people from the entire menu cycle.
The results showed that the average remaining staple food was 26.6%, animal side dishes 25.6%, vegetable side dishes 19,4%, vegetables 30,1%, and fruit 8,3%. The highest amount of wasted costs based on the food group was animal side dishes (Rp538.002,00), based on meal time it was lunch time Rp2.448.962,00 and the largest wasted costs according to class of treatment were in class III (Rp53.918,00).
The conclusion of the comparison of wasted costs with the nutrition installation budget is IDR 4,528,592.00/month of February, so there is 29,78% wasted costs from the budget. This figure has considerable economic value, namely 20%-40% of the hospital health budget. It is recommended that the Jombang District General Hospital improve more so that there are no leftovers and costs that are wasted again so that the nutritional needs of patients can increase, the length of the patient's stay is not long, and the budget for treatment is not large.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.