Kembali ke Daftar KTI
2023 PENGARUH EDUKASI GIZI DENGAN MEDIA E-BOOKLET TENTANG POLA ASUH BALITA TERHADAP PENGETAHUAN IBU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI TIGA KELURAHAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG
Penulis: ANA NUR FAIDAH
NIM: P17111225003
Program Studi: SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA ALIH
Dosen Pembimbing: I Dewa Nyoman Supariasa dan Tapriadi.
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-06-23
Kode KTI: 9300_610 FAI p
Subjek: Pengetahuan, Pola Asuh, Edukasi Gizi, E-Booklet
Kata Kunci: Pengetahuan, Pola Asuh, Edukasi Gizi, E-Booklet
Bahasa: INDONESIA
Abstraksi
Stunting atau balita pendek merupakan salah satu masalah gizi yang dialami balita di seluruh dunia termasuk Indonesia dengan prevalensi yang cukup tinggi. Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2005-2017 sebesar 36,4% (WHO 2017). Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat bahwa prevalensi stunting di Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting, yaitu sebesar 37,2%. Berdasarkan hasil pemantauan status gizi pada tahun 2019 prevalensi stunting juga mengalami penurunan, yaitu 27,67%. Kota Malang menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki prevalensi kejadian stunting yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi kejadian stunting di Kota Malang sebesar 25,7%. Tingginya angka prevalensi stunting disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya asupan mulai dari masih di dalam kandungan sampai dengan lahir, kurangnya akses pelayanan kesehatan, kurangnya akses air bersih, dan hygine sanitasi (Azrimaidaliza, dkk, 2012). Menurut TNP2K (2017), salah satu penyebab tingginya angka prevalensi stunting adalah kurangnya tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan, sehingga praktek pengasuhan yang diberikan kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh edukasi gizi tentang pola asuh balita terhadap pengetahuan ibu balita dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Tlogomas Merjosari dan Dinoyo - Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pre test and post test design. Pendekatan fenomenologi juga dibutuhkan untuk memberikan gambaran akurat yang berhubungan dengan pola asuh ibu balita sebagai penguatan data yang saling berhubungan dan memiliki keterkaitan yang kuat. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita stunting di tiga kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang, yaitu sebayak 112 balita dengan total baduta stunting sebanyak 62. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah intervensi dengan rata-rata 65 sebelum edukasi dan 80 setelah edukasi. Hasil Paired T-test menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi tentang pola asuh dengan media e-booklet dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p
< 0,05). Gambaran umum pola asuh di Kelurahan Tlogomas, Merjosari, dan Dinoyo, yaitu sebesar 68% ibu balita melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan 32% ibu balita tidak melakukan IMD. Sebesar 48% balita tidak diberikan ASI eksklusif. Pola asuh dalam pemberian imunisasi dasar secara keseluruhan sudah lengkap. Sebanyak 80% ibu balita memberikan makanan dengan porsi yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak berdasarkan usianya. Ketidaktepatan dalam pemberian pola asuh pada anak salah satunya dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu balita.
Kata Kunci : Pengetahuan, Pola Asuh, Edukasi Gizi, E-Booklet
Abstract (English)
The Influence of Nutrition Education With Media E- Booklet about Parenting Toddlers on Mother's Knowledge as Stunting in Three Vilages of the Dinoyo Community Health Center, Malang City.
Stunting or short toddlers is one of the nutritional problems experienced by toddlers around the world including Indonesia with a fairly high prevalence. Average prevalence under five stunting in Indonesia in 2005-2017 it was 36.4% (WHO 2017). The 2013 Basic Health Research noted that the prevalence stunting Indonesia is ranked fifth in the world for the number of children with stunting, which is 37.2%. Based on the results of monitoring nutritional status in 2019 prevalence stunting also decreased, namely 27.67%. Malang City is one of the areas in East Java that has a prevalence of this disease stunting which is quite high. Based on the results of the 2021 Indonesian Nutritional Status Study (SSGI), the incidence prevalence stunting in Malang City by 25.7%. High prevalence rate stunting caused by several factors, including lack of intake from still in the womb to birth, lack of access to health services, lack of access to clean water, and sanitation hygiene (Azrimaidaliza, et al, 2012). According to TNP2K (2017), one of the reasons for the high prevalence rate stunting is the lack of knowledge of mothers about health, so that the care given is not good. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education on toddler parenting on the knowledge of toddler mothers in efforts to prevent stunting in Tlogomas Merjosari and Dinoyo Villages - Malang City. This study uses a design one group pre test and post test design. A phenomenological approach is also needed to provide an accurate picture related to mother-to-five parenting as reinforcement of data that are interconnected and have a strong link. The population in this study were mothers of toddlers stunting in three sub-districts in the Working Area of the Dinoyo Health Center in Malang City, namely 112 toddlers with a total of stunting as many as 62. The sampling technique used purposive sampling. Data collection techniques using a questionnaire. There was an increase in the knowledge of mothers under five before and after the intervention with an average of 65 before education and 80 after education. ResultsPaired T-test shows that there are differences in knowledge before and after education about parenting with the mediae-booklet with a p-value of 0.000 (p < 0.005). The general description of the parenting style in Tlogomas, Merjosari, and Dinoyo Villages is that 68% of mothers under five carry out Early Breastfeeding Initiation (IMD) and 32% of mothers under five do not do IMD. As much as 48% of toddlers are not given exclusive breastfeeding. The parenting pattern in providing basic immunization as a whole is complete. As many as 80% of mothers under five provide food with portions that are not in accordance with the needs of children based on their age. One of the inaccuracies in giving parenting to children is influenced by the lack of knowledge of toddler mothers.
Keywords : Knowledge, Parenting, Nutrition Education, E-Booklet
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.