Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
2023

ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA SAMPEL UDANG DI BALAI KIPM SURABAYA I

Penulis: AJENG SETYA NINGRUM
NIM: P17120204058
Program Studi: D3 ANALISIS FARMASI DAN MAKANAN
Dosen Pembimbing: Apt. M.Hasan, W, S.Farm., M.S.Farm.
Tahun: 2023
Tanggal Pengesahan: 2023-05-22
Kode KTI: 9300_610 NIN a NIN a
Subjek: Formalin, Tes kit, Udang
Kata Kunci: Formalin, Tes kit, Udang
Bahasa: INDONESIA

Abstraksi

ABSTRAK Ajeng Setya Ningrum, Analisis Kandungan Formalin pada Sampel Udang di Balai KIPM Surabaya I, Dibimbing oleh Apt. M. Hasan Wattiheluw, S. Farm., M. Farm Formaldehid yang lebih dikenal dengan nama formalin ini adalah salah satu zat tambahan makanan yang dilarang. Formalin adalah cairan bening berbau menyengat yang terdiri dari senyawa formaldehid dalam air dengan konsentrasi rata-rata 37%, metanol 15%, dan sisanya adalah air. Formaldehid memiliki kemampuan untuk mengawetkan bahan pangan karena gugus aldehid pada formalin bersifat sangat reaktif apabila bertemu dengan protein. Formalin dapat bereaksi cepat dengan lapisan lendir saluran pencernaan dan saluran pernafasan. Pemakaian formalin pada makanan dapat mengakibatkan keracunan pada tubuh manusia, yaitu rasa sakit perut yang akut disertai muntah-muntah, timbulnya depresi susunan syaraf atau kegagalan peredaran darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan formalin pada udang yang di uji di Balai KIPM Surabaya I. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes kit yakni formalin main reagent. Prinsipnya yaitu dengan menambahkan cairan (reagent) pada makanan yang diduga mengandung formalin. Penelitian ini dilakukan dengan menimbang sampel sebanyak 0,5 gram, kemudian sampel dihaluskan dan dimasukkan kedalam tabung sentrisuge 50 mL, kemudian sampel ditambahkan dengan aquades 8 mL, setelah itu sampel ditambahkan dengan larutan Carez 1 dan Carez II sebanyak masing-masing 0,4 mL, kemudian sampel ditambah aquadest hingga volume akhir menjadi 10 mL, selanjutnya sampel di homogenkan dengan cara divortex, kemudian sampel disentrifugasi pada kecepatan 5500 rpm selama 5 menit, selanjutnya supernatan diambil 5 mL dilakukan untuk uji pada tabung sampel dan 5 mL untuk tabung blanko. Supernatan yang diambil pada tabug sampel selanjutnya dilakukan pengujian dengan menggunakan pereaksi Fo1 sebanyak 5 tetes dan pereaksi Fo2 sebanyak 1 sendok takar, setelah itu sampel didiamkan sema 5 menit, selanjutnya dilakukan pembacaan dengan menggunakan indikator. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah udang yang diambil dari 17 pasar yang nantinya akan diuji di Balai KIPM Surabaya I. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa sampel udang negatif menganduung formalin ditandai dengan tidak adanya perubahan warna pada sampel yang dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Larotatorium Kimia Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I, maka dapat disimpulkan bahwa dari 17 sampel yang telah diuji dinyatakan negatif mengandung formalin, ditandai pada sampel tersebut tidak mengalami perubahan warna menjadi ungu dan telah di bandingan dengan kontrol positif yang telah dibuat. Kata kunci : Formalin, Tes kit, Udang

Abstract (English)

Formaldehyde, better known as formalin, is a food additive that is prohibited. Formalin is a clear, pungent-smelling liquid consisting of formaldehyde compounds in water with an average concentration of 37%, 15% methanol, and the rest is water. Formaldehyde has the ability to preserve food because the aldehyde group in formalin is very reactive when it meets proteins. Formalin can react quickly with the mucous lining of the digestive tract and respiratory tract. The use of formalin in food can cause poisoning in the human body, namely acute abdominal pain accompanied by vomiting, depression of the nervous system or failure of blood circulation. The purpose of this study was to identify the formaldehyde content in the shrimp tested at the KIPM Surabaya I Center. This research was conducted using the test kit method, namely formalin main reagent. The principle is to add liquid (reagent) to food that is suspected to contain formalin. This research was carried out by weighing 0.5 grams of sample, then pulverizing the sample and putting it into a 50 mL centrisuge tube, then adding 8 mL of distilled water to the sample, after which the sample was added with 0.4 mL of Carez 1 and Carez II solutions each. , then the sample was added with distilled water until the final volume was 10 mL, then the sample was homogenized by vortexing, then the sample was centrifuged at 5500 rpm for 5 minutes, then 5 mL of the supernatant was taken to test the sample tube and 5 mL for the blank tube. The supernatant taken from the sample tube was then tested using 5 drops of Fo1 reagent and 1 measuring spoon of Fo2 reagent, after which the sample was allowed to stand for 5 minutes, then read using an indicator. The samples used in this study were shrimp taken from 17 markets which would later be tested at Balai KIPM Surabaya I. The results of this study found that negative shrimp samples contained formalin which was characterized by no color change in the samples being analyzed. Based on the results of research conducted by the Chemical Larotatorium of the Fish Quarantine Center, Quality Control and Safety of Fishery Products Surabaya I, it can be concluded that of the 17 samples tested negative for formaldehyde, it was marked that the samples did not change color to purple and were compared with positive control that has been created. Keywords : Formalin, Test kit, Shrimp
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan