2019
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Ikterus neonatorum dapat dialami oleh siapa saja, lebih dari 50% bayi baru lahir normal dan 80% pada bayi kurang bulan mengalami ikterus. Ikterus pada bayi baru lahir disebabkan oleh pemecahan sel darah merah yang berlebih, proses eritropoesis yang tidak efektif, dan kemampuan hepar yang belum matang untuk mengonjungasi dan mengeksresi bilirubin. Peningkatan percabangan villi dapat mempengaruhi luas permukaan dan tebal plasenta sehingga mempengaruhi vol-ume plasenta. Jumlah bilirubin yang berlebih, merupakan faktor penyebab dari ikterus neonatorum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara volume plasenta dengan kejadian ikterus neonatorum. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan populasi sebanyak 27 bayi, sampling menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 20 bayi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu neonatus yang lahir dengan persalinan spontan, usia kehamilan aterm (37 minggu-40 minggu), janin tunggal, plasenta utuh dan lengkap serta tidak ada kelainan pada plasenta, berat badan bayi normal (2.500 gram – 4.000 gram), bayi lahir tanpa kelainan congenital, bayi lahir tanpa jejas persalinan (kaput, hematoma), pemberian ASI dengan frekuensi menyusui 10-12 kali dalam sehari, bayi yang pada hari kedua dan ketiga dilakukan penyinaran matahari. Instrument penelitian menggunakan timbangan digital untuk menimbang berat plasenta yang kemudian dikonversikan kedalam satuan volume dan lembar observasi derajat Kramer untuk observasi kejadian ikterus pada hari ke-0 s.d hari ke-4, kemudian data dianalisis
dengan menggunakan Pearson Product Moment dan didapatkan hasil bahwa rhitung 0,131 maka dapat disimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil ini menunjukkan
bahwa tidak adanya hubungan antara volume plasenta dengan kejadian ikterus neonatorum.
Kata Kunci : Volume Plasenta, Ikterus Neonatorum
Abstract (English)
Neonatal jaundice can be experienced by anyone, more than 50% of normal new-borns and 80% in infants experiencing jaundice. Jaundice in newborns is caused by the breakdown of excess red blood cells, the ineffective erythropoesis process and the ability of the immature liver to rebound and excrete bilirubin. Increased villi branching can affect the surface area and thickness of the placenta thereby affecting the volume of the placenta. Excessive amount of bilirubin is a causative factor for neonatal jaundice. The purpose of this study was to analyze the relationship between placental volume and the incidence of neonatal jaundice. This study used a correlation analytic design with a cross sectional approach with a population of 27 infants, sampling using a total sampling technique with a sam-ple of 20 infants who met the inclusion criteria, neonates born with spontaneous labor, gestational age at term (37 weeks-40 weeks), single fetuses, intact and complete placenta and no abnormalities in the placenta, normal baby weight (2,500 grams - 4,000 grams), babies born without congenital abnormalities, ba-bies born without labor lesions (head, hematoma), breastfeeding with a frequency of 10-12 times a day, babies who are exposed to the sun on the second and third days. The research instrument used digital scales to weigh the placenta which was then converted into volume units and Kramer degree observation sheets for jaun-dice event observation on day 0 to day 4, then the data were analyzed using Pear-son Product Moment and the results showed that a count of 0.131 could be con-cluded that H0 was accepted and H1 was rejected. These results indicate that there is no relationship between placental volume and the incidence of neonatal jaundice.
Keywords : Placental Volume, Neonatal Jaundice
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.