Kembali ke Daftar KTI
2020 HUBUNGAN UNMET NEED KB DENGAN PARITAS DAN INTERVAL KEHAMILAN 2022
Penulis: SHELLA PERMATA WISKA PUTRI
NIM: 1602450086
Program Studi: STR KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Dr. Heny Astutik, S.Kep.Ns., M.Kes
Tahun: 2020
Tanggal Pengesahan: 2021-10-25
Kode KTI: 9300_610 PUT h-1 PUT h
Subjek: Unmet Need KB, Paritas, Interval Kehamilan
Kata Kunci: Unmet Need KB, Paritas, Interval Kehamilan
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
Unmet need keluarga berencana menurut (Afiah dkk., 2017; Evitasari
dkk., 2019; Sariyati dkk., 2016), adalah Pasangan usia subur yang tidak ingin anak
lagi dan ingin menunda kelahiran tetapi tidak menggunakan suatu alat kontrasepsi.
Sedangkan angka kejadian unmet need KB di Indonesia sendiri menurut SDKI atau
Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 10,6 % dari
total pasangan usia subur di Indonesia, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi
kejadian unmet need KB tetapi peneliti fokus kepada dua faktor yaitu adalah paritas
dan interval kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan
unmet need terhadap paritas dan interval kehamilan. Metode : Metode yang digunakan
adalah literarure review, sumber data yang digunakan adalah data sekunder berasal
dari 6 data base yaitu Scopus, ProQuest, PubMed, Garuda, Science Direct dan Google
Scholar dari tahun 2016-2020. Hasil :Pada penelusuran jurnal didapatkan 15 jurnal
nasional dan internasional yang sesuai dengan kriteria inklusi. Kesimpulan : Dari
penelusuran studi literature dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian dari literaturliteratur yang telah direview, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian
unmet need KB dengan paritas dan interval kehamilan. Peneliti menyarankan untuk petugas
kesehatan diharapkan dapat melakukan sosialisasi berupa informasi tentang pentingnya
menjadi akseptor KB dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai alat
reproduksi, keluarga berencana dan memberikan intervensi pada kasus unmet need kb
sehingga unmet need kb dapat teratasi dan secara tidak langsung dapat menurunkan
angka morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi.
Abstract (English)
According to (Afiah et al., 2017; Evitasari et al., 2019; Sariyati et al., 2016), the unmet
need for family planning is couples of childbearing age who do not want children
anymore to delay birth but do not use a contraceptive. Meanwhile, the incidence of
unmet need family planning in Indonesia according to the IDHS or the Indonesian
Demographic and Health Survey is still relatively high, namely 10.6% of Indonesia's
total fertile age couples. Many factors influence family planning unmet need, but
researchers focus on two aspects: parity and pregnancy interval. This study aims to
determine whether the relationship between unmet need and parity and pregnancy
interval. Method: The method used is a literature review. The data source used is
secondary data from 6 databases, namely Scopus, ProQuest, PubMed, Garuda, Science
Direct, and Google Scholar from 2016-2020. Results: The search for journals found 15
national and international journals that match the inclusion criteria. Conclusion: From
the literature study, it can be concluded that the research results from the reviewed
literature indicate that there is a relationship between the incidence of unmet need for
family planning with parity and pregnancy interval. Researchers suggest that health
workers are expected to socialize in the form of information about the importance of
being family planning acceptors. Providing health education about reproductive
organs, family planning, and providing interventions in unmet need kb needs so that
unmet need kb can be resolved and indirectly can reduce morbidity and mortality in
mother and baby.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.