Kembali ke Daftar KTI

Cover KTI
tidak tersedia
2020 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 2-5 TAHUN MENGGUNAKAN SKRINNING PERKEMBANGAN DDST DI DESA KEDUNGREJO WILAYAH KERJA PUSKEMAS PAKIS (2022)
Penulis: AINUN LATIFAH
NIM: 1602450072
Program Studi: PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
Dosen Pembimbing: Didien Ika Setyarini, S.SiT.,M.Keb
Tahun: 2020
Tanggal Pengesahan: 2020-05-13
Kode KTI: 9300_610 LAT h-2
Subjek: bidan
Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Balita Usia 2-5 Tahun
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
Stunting merupakan masalah gizi di Indonesia yang saat ini menjadi prioritas utama pemerintah. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan. Dampak yang ditimbulkan dari stunting yaitu pengaruh pada perkembangan otak, kemampuan intelektual dibawah rata-rata, perkembangan menjadi terhambat dan penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan balita usia 2-5 tahun dengan menggunakan skrinning perkembangan DDST. Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 35 balita, teknik sampling yang diggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan microtoise untuk mengukur tinggi badan balita, lembar DDST dan lembar wawancara. Data dianalisis menggunakan uji statistik spearman rank, didapatkan nilai ρ value < α dimana nilai ρ value 0,004 (< α 0,05) dan koefisien korelasi 0,476. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang artinya ada hubungan yang signifikan antara stunting dengan perkembangan balita usia 2-5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini perkembangan balita menggunakan skrinning perkembangan DDST, sehingga balita yang mengalami gangguan perkembangan dapat diberikan tatalaksana yang tepat untuk mencegah terjadinya penyimpangan perkembangan.
Kata Kunci : Stunting, Perkembangan Balita Usia 2-5 Tahun
Abstract (English)
Stunting is a nutritional problem in Indonesia which is currently the government's top priority. Stunting is a failure to thrive due to chronic malnutrition in the first 1000 days of life. The impact arising from stunting is the influence on brain development, intellectual abilities below average, development is hampered and the decline in cognitive and psychomotor functions. The purpose of this study was to determine the relationship of stunting with the development of toddlers aged 2-5 years using DDST development screening. The design of this study is correlation analytic with cross sectional approach. Total population of 35 children under five, the sampling technique used was total sampling. The research instrument used microtoise to measure toddlers' height, DDST sheets and interview sheets. Data were analyzed using the Spearman rank statistical test, the value of ρ value <α obtained where the value of ρ value 0.004 (<α 0.05) and the correlation coefficient of 0.476. It can be concluded that H0 is rejected which means there is a significant relationship between stunting with the development of toddlers aged 2-5 years. Based on these results, it should be taken into consideration for the community and health workers regarding the importance of early detection of toddler development using DDST development screening, so that toddlers with developmental disorders can be given appropriate management to prevent developmental deviations.
Keywords : Stunting, Toddler Development Ages 2-5 Years
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.