Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Malang
🇮🇩 ID | 🇬🇧 EN

Karya Ilmiah Mahasiswa

Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.

Kembali ke Daftar KTI
Cover KTI
tidak tersedia
2022

GAMBARAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PERMAINAN PUZZLE DI TK MUSLIMAT 01 2022

Penulis: Rizqi Gitari Fernanda
NIM: P17210193055
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dra. Swito Prastiwi, M. Kes
Tahun: 2022
Tanggal Pengesahan: 2022-06-08
Kode KTI: 9300_610 FER g FER g
Subjek: Anak Prasekolah, Motorik Halus, Puzzle
Kata Kunci: Anak Prasekolah, Motorik Halus, Puzzle
Bahasa: Indonesia

Abstraksi

Bermain puzzle merupakan kegiatan melakukan permainan seperti bongkar pasang, menyusun kepingan-kepingan hingga membentuk suatu pola yang melibatkan otot-otot kecil anak, terutama jari-jemari, hal tersebut dapat melatih koordinasi mata dan tangan dengan baik sehingga dapat mestimulasi motorik halus anak. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur juga melakukan pemeriksaan terhadap 2.634 anak usia 0-72 bulan. Hasil pemeriksaan perkembangan tersebut ditemukan data normal sesuai dengan usia sebesar 53%, meragukan (membutuhkan pemeriksaan lebih dalam) sebanyak 13%, dan penyimpangan perkembangan sebanyak 34%. Dari hasil data penyimpangan perkembangan, 10% adalah motorik kasar, dan 30% motorik halus. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perkembangan motorik halus anak prasekolah sebelum dan sesudah diberikan permainan puzzle. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pretest-posttest dengan instrumen penelitian lembar observasi. Subjek penelitian ini menggunakan dua subjek yang mengalami keterlambatan pada motorik halusnya. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu, pada subjek 1 sebelum diberikan permainan puzzle mendapatkan skor 6 yang artinya kurang, dan setelahnya mendapatkan skor 13 yang artinya baik. Sedangkan pada subjek 2 sebelum diberikan permainan puzzle mendapatkan skor 11 yang artinya sedang, dan setelahnya mendapatkan skor 16 yang artinya baik. Rekomendasi bagi guru untuk mengajak anak bermain puzzle dengan diselingi bernyanyi atau bercerita supaya anak tidak bosan, serta bagi peneliti selanjutnya untuk mengkaji dengan skala yang lebih luas dengan menggunakan metode analisis untuk membuktikan pengaruh permainan puzzle terhadap motoric halus anak.

Abstract (English)

Playing puzzles is an activity of playing games such as unloading pairs, arranging pieces to form a pattern that involves the child's small muscles, especially the fingers, it can train eye and hand coordination well so that it can stimulate children's fine motor skills. According to the Indonesian Pediatrician Association (IDAI), East Java also conducted examinations on 2,634 children aged 0-72 months. The results of the developmental examination found normal data according to age by 53%, doubtful (needing deeper examination) as much as 13%, and developmental deviations as much as 34%. From the results of developmental deviation data, 10% are categorized as having gross motorists, and 30% are classified as having fine motorists. This study aimed to identify the fine motor development of preschool children before and after being given a puzzle game. The research method used is a case study with a pretest-posttest with an observation sheet research instrument. The subjects of this research are two preschool children who experienced delays in their fine motor skills. The results obtained from the study are that before being given a puzzle game, subject 1 got six scores out of 17 in total, which means less. Then, after being given a puzzle game, he got a higher score, 13 scores, which can categorize a good result. Meanwhile, on the second subject, she got 11 scores before being given a puzzle game, which indicates an average result. After playing a puzzle game, the score is increased become 16 scores which means good. Suggestions for teachers to invite children to play puzzles interspersed with singing or telling stories so that children do not get bored, and for further researchers to study on a wider scale using analytical methods to prove the effect of puzzle games on children's fine motor skills.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.
Chatbot Perpustakaan
📚

Perpustakaan Digital

Poltekkes Kemenkes Malang

Halo 👋

Selamat datang di layanan digital perpustakaan.

Sistem ini membantu pencarian informasi perpustakaan secara cepat dan otomatis.

Contoh pertanyaan:
• cara menjadi anggota perpustakaan
• cara cek plagiarisme
• Jam buka perpustakaan