2022
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Masalah mobilisasi menjadi problem yang mayoritas dialami oleh penderita stroke yang
mmebutuhkan penanganan yang intensif melalui latihan range of motion (ROM). Tujuan
penelitian ini adalah mengembangkan alat bantu latihan pergerakan sendi berbasis
exoskeleton. Desaign penelitian ini menggunakan metode research and
development (RnD). Tahap awal penelitian menggunakan metode kualitatif dengan
wawancara mendalam dan observasi kepada15 partisipan yang terdiri dari 10 pasien
stroke dan 5 petugas fisioterapis. Tehnik analisa data secara kualitatif dengan
pendekatan analisis interpretif . Hasil penelitian ditemukan masalah pergerakan
yang dialami partisipan selama latihan rentang gerak sendi (ROM) adalah tidak
adanya konsistensi latihan, prosedur latihan yang tidak terstandard dan tidak adanya
konsistensi gerakan yang disebabkan oleh rasa malas, bosan, motivasi yang kurang
dan kesadaran yang rendah sehingga mengakibatkan lamanya perkembangan
kekuatan. Dari masalah tersebut, maka dikembangkan prototype alat bantu latihan
gerak sendi yang otomatik dan terstandard berbasis exoskeleton. Hasil uji fungsi
Prototype tersebut diperoleh tingkat keberhasilan mencapai 80% dan 20% dari
fungsi prototype tersebut perlu perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka
peneliti merekomendasikan pengembangan lebih lanjut untuk memperoleh hasil
yang lebih optimal sehingga bisa di implementasikan kepada pasien stroke.
Abstract (English)
The problem of mobilization is a problem that is mostly experienced by stroke patients who
need intensive treatment through range of motion (ROM) exercises. The purpose of this study
was to develop an exoskeleton-based joint movement exercise aid. This research design uses
research and development (RnD) methods. The initial stage of the study used qualitative
methods with in-depth interviews and observations of 15 participants consisting of 10 stroke
patients and 5 physiotherapists. The technique of analyzing data is qualitatively with an
interpretive analysis approach. The results of the study found that the movement problems
experienced by participants during joint range of motion (ROM) exercise were the absence of
exercise consistency, non-standardized training procedures and the absence of movement
consistency caused by laziness, boredom, lack of motivation and low awareness, resulting in
length of time. strength development. From these problems, a prototype of an automatic and
standardized exoskeleton-based joint movement training aid was developed. The results of the
prototype function test obtained a success rate of 80% and 20% of the prototype functions
needed improvement. Based on the results of this study, the researchers recommend further
development to obtain more optimal results so that it can be implemented for stroke patients.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.