Kembali ke Daftar KTI
2022 KEMAMPUAN ORANG TUA DALAM PENANGANAN TEMPER TANTRUM PADA ANAK PRA SEKOLAH SETELAH DIBERIKAN KONSELING 2022
Penulis: Dian Ramadhani
NIM: P17210193051
Program Studi: PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN MALANG
Dosen Pembimbing: Dr. Atti Yudiernawati, S.Kp., M.Pd
Tahun: 2022
Tanggal Pengesahan: 2022-06-10
Kode KTI: 9300_610 RAM k RAM k
Subjek: Kemampuan orang tua, temper tantrum, konseling
Kata Kunci: Kemampuan orang tua, temper tantrum, konseling
Bahasa: Indonesia
Abstraksi
Masalah perkembangan yang dapat terjadi pada anak usia pra sekolah adalah masalah
emosional yaitu temper tantrum. Akibat dari temper tantrum yaitu anak melampiaskan
kemarahannya dengan cara menangis dan berguling di lantai yang berisiko menyebabkan
cedera. Kemampuan orang tua dalam berpikir (pengetahuan), bersikap, dan bertindak
berberperan penting untuk menangani temper trantrum anak. Tujuan untuk
mengidentifikasi temper tantrum pada anak pra sekolah dan mengidentifikasi kemampuan
orang tua tentang pengetahuan, sikap dan tindakan dalam penanganan temper tantrum
pada anak pra sekolah. Metode menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif
observatif, subjek penelitian 2 orang tua yang bertempat tinggal di Desa Mojosari
Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yang memiliki anak usia pra sekolah. Teknik
pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Hasil menunjukkan
hasil temper tantrum pada subjek 1 (An. S) dan subjek 2 (An. G) sebelum dilakukan
konseling di pertemuan ke-1 termasuk ke dalam kategori anak beresiko terjadi temper
tantrum dengan hasil skor temper tantrum 96 untuk subjek 1 (An. S) dan 63 pada subjek 2
(An. G). Setelah dilakukan konseling, kedua subjek mengalami perubahan dari pertemuan
ke 4, 6, dan 8 dengan skor 42 pada subjek 1 (An. S) dan 32 untuk subjek 2 (An. G)
termasuk kategori tidak beresiko terjadi temper tantrum. Hasil kemamampuan orang tua,
sebelum dilakukan konseling di pertemuan ke-1 pada subjek 1 (Ny. R) dan subjek 2 (Ny.
I) diketahui kemampuan dalam penanganan temper tantrum kurang dengan hasil skor
kemampuan kedua subjek 20 (skor pengetahuan 0, sikap 40, dan tindakan 20). Setelah
dilakukan konseling, hasil kemampuan kedua subjek mengalami peningkatan pada
pertemuan ke-2 sampai ke-8 termasuk ke dalam kategori kemampuan orang tua dalam
penanganan temper tantrum baik dengan hasil skor kemampuan subjek 1 (Ny. R) 98 (skor
pengetahuan 100, sikap 93, dan tindakan 100) dan subjek 2 (Ny. I) 97 (skor pengetahuan
100, sikap 90, dan tindakan 100). Adanya hubungan antara perilaku temper tantrum pada
anak pra sekolah dengan kemampuan orang tua dalam penanganan temper tantrum.
Semakin tinggi hasil temper tantrum anak, semakin berkurang kemampuan orang tua
dalam penanganan temper tantrum. Sebaliknya semakin rendah hasil temper tantrum
anak, semakin baik kemampuan orang tua dalam penanganan temper tantrum. Orang tua
diharapkan memiliki kemampuan yang baik dan menerapkan penanganan temper tantrum
pada anak pra sekolah sehingga anak tidak berperilaku temper tantru
Abstract (English)
The developmental problem that can occur in children of pre-school age is an emotional
problem that is a temper tantrum. The result of the temper tantrum is that the child vents
his anger by crying and rolling on the floor which risks causing injury. Parents' ability to
think (knowledge), behave, and act is important to deal with a child's temper trantrum.
The purpose is to identify temper tantrums in preschoolers and identify parents' abilities
about knowledge, attitudes and actions in the handling of temper tantrums in
preschoolers. The method uses an observational descriptive case study approach, the
subject of the study is 2 parents residing in Mojosari Village, Kepanjen District, Malang
Regency who have pre-school age children. Data collection techniques using
questionnaire sheets and observations. The results showed the results of temper tantrums
in subject 1 (An. S) and subject 2 (An. G) before counseling at the 1st meeting was
included in the category of children at risk of temper tantrums with the result of a temper
tantrum score of 96 for subject 1 (An. S) and 63 on subject 2 (An. G). After counseling,
both subjects underwent a change from meeting to 4, 6, and 8 with a score of 42 on
subject 1 (An. S) and 32 for subject 2 (An. G) belongs to the category of not at risk of
temper tantrums. The results of parental ability, before counseling at the 1st meeting on
subject 1 (Mrs. R) and subject 2 (Mrs. I) were known to be ability in handling temper
tantrums less with the results of the ability scores of both subjects 20 (knowledge score 0,
attitude 40, and action 20). After counseling, the results of the abilities of the two subjects
improved at the 2nd to 8th meeting included in the category of parents' ability to handle
temper tantrums both with the results of the subject's ability score of 1 (Mrs. R) 98
(knowledge score 100, attitude 93, and action 100) and subject 2 (Mrs. I) 97 (knowledge
score 100, attitude 90, and action 100). There is a relationship between temper tantrum
behavior in preschool children and parents' ability to handle temper tantrums. the higher
the result of the child's temper tantrum, the less the ability of parents to handle temper
tantrums. Conversely, the lower the child's temper tantrum yield, the better the parents'
ability to handle temper tantrums. Parents are expected to have good abilities and apply
temper tantrum handling to pre-school children so that children do not behave temper
tantrums.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan hak_akses dikonfirmasi.