2022
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang menyebabkan gagal
tumbuh pada balita sehingga balita lebih pendek dari usianya. Perilaku ibu menjadi
faktor penting dalam menurunkan angka kejadian stunting karena ibu selalu
bersama anaknya. Peran ibu diperlukan untuk membentuk perilaku pencegahan
kejadian stunting salah satunya melalui program STBM-Stunting. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor perilaku ibu yang berhubungan dengan kejadian
stunting pada balita. Desain penelitian ini manggunakan metode penelitian
deskriptif analisis dengan pendekatan kohort retrospektif. Metode pengambilan
sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan 77 responden sebagai
sampel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji spearman rank. Hasil
uji spearman pada indikator perilaku ibu dalam pelaksanaan SBS didapatkan nilai
Sig=0,030, perilaku ibu dalam pelaksanaan CTPS didapatkan nilai Sig=0,013,
perilaku ibu dalam PAMM-RT didapatkan nilai Sig=0,035, perilaku ibu dalam
pemenuhan gizi ibu hamil didapatkan nilai Sig=0,036, dan perilaku ibu dalam
PMBA didapatkan nilai Sig=0,020. Kesimpulan dalam penelitian menyebutkan
bahwa terdapat hubungan faktor perilaku ibu dalam pelaksanaan SBS, CTPS,
PAMM-RT, pemenuhan gizi ibu hamil, dan PMBA dengan kejadian stunting pada
balita di wilayah kerja Puskesmas Camplong Kabupaten Sampang. Diharapkan
masyarakat terutama ibu yang memiliki balita dibawah 5 tahun supaya
memperhatikan perilaku ibu yang berhubungan dengan kejadian stunting pada
balita.
Abstract (English)
Stunting is a condition of chronic malnutrition that causes failure to thrive in
toddlers so that toddlers are shorter than their age. Mother's behavior is an important
factor in reducing the incidence of stunting because mothers are always with their
children. The role of the mother is needed to shape stunting prevention behavior,
one of which is through the STBM-Stunting program. This study aims to determine
the factors of maternal behavior related to the incidence of stunting in toddlers. The
design of this study used descriptive analytical research method with a retrospective
cohort approach. The sampling method used is purposive sampling with 77
respondents as samples. Data analysis in this study used the Spearman rank test.
The results of the Spearman test on indicators of maternal behavior in the
implementation of SBS obtained a value of Sig = 0.030, maternal behavior in the
implementation of CTPS obtained a value of Sig = 0.013, maternal behavior in
PAMM-RT obtained a value of Sig = 0.035, maternal behavior in fulfilling nutrition
for pregnant women obtained a value of Sig = 0.036, and the behavior of mothers
in PMBA obtained a value of Sig = 0.020. The conclusion in the study states that
there is a relationship between maternal behavioral factors in the implementation
of SBS, CTPS, PAMM-RT, nutritional fulfillment of pregnant women, and PMBA
with the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Camplong
Health Center, Sampang Regency. It is expected that the community, especially
mothers who have toddlers under 5 years old, pay attention to the behavior of
mothers related to the incidence of stunting in toddlers.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.