2022
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Stunting menjadi masalah gizi yang disebabkan oleh multi-faktorial dan memiliki sifat antar generasi. Untuk mengurangi prevalensi stunting, sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang menjadi penentu yang dapat digunakan untuk membantu penetapan prioritas dalam merancang kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan pertumbuhan anak. Desain penelitian ini yaitu Penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional dan menggunakan uji statistic Spearman Rank dan Korelasi Product Moment. Penelitian ini menyajikan faktor faktor resiko terhadap stunting pada Balita. Sumber data yang dugunakaan dalam penelitian ini merupakan sumber data primer, didapatkan 3 temuan yang paling menonjol yaitu: 1) sebagian besar balita tidak diberikan ASI sama sekali sejak lahir 2) sebagian besar tidak mendapatkan ASI eksklusif dan 3) ibu responden sebagian besar berpendidikan SD tamat. Temuan lain adalah presentase yang besar untuk indeks Z-score balita dalam kategori pendek (≥ -3,0 Z-score -2,0). Hasil uji statistik didapatkan tiga faktor resiko stunting pada balita yang berhubungan secara signifikan dengan nilai indeks Z-score yaitu 1) riwayat pemberian ASI 2) jenis kelamin dan 3) pendapatan orangtua. Hasil analisis hubungan faktor resiko stunting dengan index Z-score pada balita didapatkan frekuensi terbesar adalah balita yang lahir dengan berat badan lahir normal (tidak BBLR/ ≥ 2500 gr) dan index Z-scorenya normal, juga balita yang tidak pernah menderita penyakit infeksi indeks Z-scorenya normal.
Abstract (English)
Stunting menjadi masalah gizi yang disebabkan oleh multi-faktorial dan memiliki sifat antar generasi. Untuk mengurangi prevalensi stunting, sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang menjadi penentu yang dapat digunakan untuk membantu penetapan prioritas dalam merancang kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan pertumbuhan anak. Desain penelitian ini yaitu Penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional dan menggunakan uji statistic Spearman Rank dan Korelasi Product Moment. Penelitian ini menyajikan faktor faktor resiko terhadap stunting pada Balita. Sumber data yang dugunakaan dalam penelitian ini merupakan sumber data primer, didapatkan 3 temuan yang paling menonjol yaitu: 1) sebagian besar balita tidak diberikan ASI sama sekali sejak lahir 2) sebagian besar tidak mendapatkan ASI eksklusif dan 3) ibu responden sebagian besar berpendidikan SD tamat. Temuan lain adalah presentase yang besar untuk indeks Z-score balita dalam kategori pendek (≥ -3,0 Z-score -2,0). Hasil uji statistik didapatkan tiga faktor resiko stunting pada balita yang berhubungan secara signifikan dengan nilai indeks Z-score yaitu 1) riwayat pemberian ASI 2) jenis kelamin dan 3) pendapatan orangtua. Hasil analisis hubungan faktor resiko stunting dengan index Z-score pada balita didapatkan frekuensi terbesar adalah balita yang lahir dengan berat badan lahir normal (tidak BBLR/ ≥ 2500 gr) dan index Z-scorenya normal, juga balita yang tidak pernah menderita penyakit infeksi indeks Z-scorenya normal.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.