2022
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
Emesis Gravidarum atau mual muntah merupakan ketidaknyamanan diawal kehamilan yang dapat mengganggu aktivitas ibu hamil. Apabila tidak segera diatasi akan menjadi lebih parah (Hyperemesis Gravidarum). Intervensi akupresur dipercaya mampu untuk mengurangi mual muntah pada kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian terapi komplementer akupresur terhadap mual muntah pada kehamilan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Tradisional Literature review yang didapatkan dari dua laman database, yaitu PubMed dan Google Scholar yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi serta telah terakreditasi Sinta Ristekbrin dan terindeks Scopus. Hasil: Gambaran kejadian mual muntah dari berbagai studi meliputi: mayoritas usia responden pada rentan usia 25-35 tahun, mayoritas berpendidikan SMA, tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga, kehamilan pada trimester 1, mayoritas multigravida dan derajat mual muntah yang dialami derajat sedang. Ditemukan 5 studi (29%) yang menggambarkan tenik pemberian akupresur berupa durasi dan frekuensi sedangkan 7 studi (42%) menggambarkan lama pemberian. Teknik akupresur menggunakan jari-jari paling cepat menurunkan mual muntah dengan durasi 1 menit 40 putaran sebanyak 2 kali sehari selama 4 hari sedangkan yang menggunakan gelang dengan durasi 10 menit sebanyak 4 kali selama 4 hari. Sehingga ditemukan dari ke tujuh studi akupresur dapat menurunkan mual muntah pada kehamilan akan tetapi ada 1 studi yang mengatakan bahwa lebih efektif jahe daripada akupresur namun ada beberapa pertimbangan apabila menggunakan jahe sehingga akupresur dapat dijadikan alternatif yang tidak menimbulkan efek samping untuk menurunkan mual muntah pada kehamilan. Kesimpulan: Adanya pengaruh terapi komplementer akupresur terhadap penurunan mual muntah pada kehamilan terutama pada trimester I.
Abstract (English)
Emesis Gravidarum or nausea and vomiting is an early pregnancy discomfort that can interfere with the activities of pregnant women. If not treated immediately, it will become more severe (Hyperemesis Gravidarum). Acupressure intervention is believed to be able to reduce nausea and vomiting in pregnancy. This tudy aims to identify the effect of complementary therapy with acupressure on nausea and vomiting in pregnancy. Methods: The research method used is the traditional literature review obtained from two database pages, namely PubMed and Google Scholar which have been adjusted to the inclusion and exclusion criteria and have been accredited by Sinta Ristekbrin and Scopus index. Result: The description of the incidence of nausea and vomiting from various studies includes: the majority of respondents are aged 25-35 years, the majority have high school education, do not work or are housewives, pregnancy in the 1st trimester, the majority are multigravida and degree of nausea and vomiting experienced is moderate. It was found that 5 studies (29%) described the technique of giving acupressure in terms of duration and frequency, while7 studies (42%) described the duration of administration. The acupressure technique using the fingers reduces nausea and vomiting with a duration of 1 minute 40 round 2 time a day for 4 days, while using a bracelet with a duration of 10 minutes 4 times a day for 4 days. So it wa found from the seven studies that acupressure can reduce nausea and vomiting in pregnancy, but there is one study that says that ginger is more effective than acupressure but the are some considerations when using ginger so that acupressure can be used as an alternative that does not cause side effect to reduce nausea and vomiting in pregnancy. Conclusion: The effect of complementary acupressure therapy on reducing nusea and vomiting in pregnancy, especially inte first trimester.
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.