2020
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
ABSTRAK
Siti Yusrifal Anggriyani (2020). Gambaran Perubahan Psikologis, Fisik, dan Perilaku Sosial Pada Anak SD yang Mengalami Pubertas Dini di SD Negeri 1 Bantur Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Maria Diah C.T., S.Kep, Ns, M.Kep, Sp.KMB.
Pubertas prekoks didefinisikan sebagai perkembangan pubertas yang timbul lebih dini. Pada perempuan, dikatakan prekoks (prematur) apabila tanda-tanda seks sekunder muncul pertama kali sebelum usia 8 tahun. Anak perempuan mencapai pubertas di usia yang lebih awal diindikasikan penyebabnya antara lain adalah faktor genetik, perbaikan nutrisi, serta lingkungan yang memicu stress. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana perubahan fisik, psikologis, dan perilaku sosial pada anak SD yang mengalami pubertas dini di SD Negeri 1 Bantur.Metode penelitian menggunakan deskriptif studi kasus.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, kuisioner, dan observasi.Kedua subjek telah mengalami perubahan fisik seperti bertambah besarnya payudara dan tubuh bertambah tinggi, namun subjek A merasa malu dengan pertumbuhan payudaranya sedangkan subjek Q merasa senang dengan tubuhnya yang bertambah tinggi. Kedua subjek juga mengalami perubahan psikologis akibat pubertas seperti takut, malu, cemas, dan merasa terganggu karena telah mengalami haid pertama di usia sekolah dasar. Pubertas dini juga mempengaruhi perilaku sosial pada kedua subjek seperti lebih banyak mengahabiskan waktu istirahat di dalam kelas daripada bermain dengan teman lainnya di luar kelas dan lebih memilih pakaian yang lebih longgar dan memakai kerudung yang menutupi dada mereka. Disarankan kepada SD Negeri 1 Bantur dan instalasi kesehatan terdekat dapat lebih memperhatikan terkait kesiapan anak usia sekolah dasar menuju pubertas dengan mengadakan seminar atau penyuluhan terkait kesehatan reproduksi.
Kata kunci: Pubertas Dini, Perubahan Psikologis, Fisik, dan Perilaku Sosial
Abstract (English)
ABSTRACT
Siti Yusrifal Anggriyani (2020). Description of Psychological, Physical, and Social Behavior Changes in Elementary School Children Who Have Early Puberty in SD Negeri 1 Bantur, Malang Regency. Case Study Scientific Papers, Malang Nursing Study Program DIII, Nursing Department, Malang Health Ministry Polytechnic, Advisor Maria Diah C.T., S.Kep, Ns, M.Kep, Sp.KMB.
Precocious puberty is defined as the development of puberty that occurs early. In women, it is said to be precocious (premature) if the signs of secondary sex first appear before the age of 8 years. Girls reach puberty at an earlier age indicated the causes include genetic factors, nutritional improvement, and stressful environments. The purpose of this study was to see how physical, psychological, and social behavior changes in elementary school children who experience early puberty in SD Negeri 1 Bantur. The research method uses descriptive case studies. The instrument used in the study were interviews, questionnaires, andobservation. The subjects experienced physical improvements such as breast enlargement and body high, but subject A felt ashamed of the growth of her breast, while subject Q was satisfied with the increased increase. Both subjects also experienced psychological changes due to puberty such as fear, shame, anxiety, and disturbed because they experienced the first in elementary school. Early puberty also has a social behavior on the subjects such as spending more time in class rather than playing with other friend outside the class and prefer clothes that are more suitable and wear a veil. It is recommended that SD Negeri 1 Bantur and the nearest health facility be able to pay more attention to the readiness of elementary school-age children heading to puberty by holding seminars or counseling related to reproductive health.
Keywords: Early Puberty, Psychological Change, Physical, and Social Behavior
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.