2020
Karya Ilmiah Mahasiswa
Jelajahi koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Abstraksi
ABSTRAK
Dewi Chandra (2020). Gambaran Konsep Diri (Self Concept) Pada Tunarungu
Remaja Di FKD (Forum Keluarga Disabilitas) Cahaya Kasih Kecamatan Sukun
Kota Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan
Malang, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
Pembimbing (I) Joko Pitoyo, S.Kp, M.Kep, (II) Dr. Tri Johan Agus Y, S.Kp,
M.Kep.
Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Fase dimana
individu mulai menciptakan ambisi masing-masing sebagai salah satu upaya
pencarian jati diri. Demikian pula sama halnya dengan apa yang dialami tunarungu
remaja. Permasalahan yang biasa terjadi pada tunarungu remaja adalah masalah
yang berkaitan dengan pembentukan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui konsep diri pada tunarungu remaja yang berada di FKD Cahaya Kasih
Kota Malang. Penelitian ini adalah deskriptif studi kasus yang dilakukan dengan
memberikan angket isian yang dikembangkan sendiri oleh peneliti berdasarkan
pada pemahaman teoritis konsep diri yang selanjutnya diisi secara independen oleh
subyek penelitian. Subyek penelitian merupakan hasil seleksi 2 dari 10 anggota
tetap FKD Cahaya Kasih Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan Subyek 1
memiliki konsep diri negatif diperoleh dari data aspek konsep diri kurang dari 3
aspek positif yaitu: a.) citra diri negatif; b.) Ideal diri negatif; c.) Harga diri positif;
d.) peran diri positif; dan e.) identitas diri negatif. Faktor penyebab adalah
kurangnya kepercayaan diri akibat merasa berbeda dengan teman-teman normal
lainnya dan kurang memiliki empati terhadap sesama. Subyek 2 memiliki konsep
diri positif yang diperoleh dari data aspek konsep diri lebih atau sama dengan 3
aspek positif yaitu: a.)citra diri negatif; b.) ideal diri positif; c.) harga diri positif;
d.)peran diri positif; e.) identitas diri negatif. Faktor penyebabnya adalah kurang
memiliki rasa keunikan diri dengan mengatakan tidak suka menjadi tuli.
Kata kunci : Konsep Diri, Tunarungu Remaja
Abstract (English)
ABSTRACK
Dewi Chandra (2020). The Description about self-concept of Deaf teenager in
FKD (Forum Keluarga Disabilitas) Cahaya Kasih Kecamatan Sukun Malang city.
Descriptive Case Study, Malang Nursing Diploma Program, Department of
Nursing, Ministry of Health Polytechnic Health of Malang, Supervisor (I) Joko
Pitoyo, S.Kp, M.Kep, (II) Dr. Tri Johan Agus Y, S.Kp, M.Kep.
Adolescence is a transition from children to adulthood. The phase in which the
individual begins to create each individual's ambition as one of a self-searching
effort. The same is true of deaf teenagers. A common problem with teenage deaf
ones is a problem that involves the forming of self-concept. So, this research was
intended to learn about the self-concept of deaf teenagers who were in FKD Cahaya
Kasih Kota Malang. This research is a study case descriptive with giving the
questionnaire itself by researcher based on a theoretical understanding of selfconcept that would then be filled independently by the respondent. Research
subjects are the result of selection 2 out of 10 members of FKD Cahaya Kasih Kota
Malang. The result shows that subject 1 had a negative self-concept acquired from
the data that thesee aspects are less than 3 positive aspects: a.) negative self image;
b.) Idealized negative self; c.) Positive self-esteem; d.) positive self - play; and e.)
negative identity. The underlying factor is the lack of confidence caused of feeling
different and lack empathy for others. Subject 2 had a positive self-concept acquired
from the data of more or less 3 positive aspects of : a.) negative self image; b.) ideal
of positive self; c.) positive self-esteem; d.) positive self - play; e.) identification
negative. The contributing factor is to lack the uniqueness of oneself by saying hate
to be deaf.
Keywords : Sel-concept, deaf teenager
Akses berkas KTI mengikuti ketentuan perpustakaan. Tautan dokumen tidak ditampilkan sampai lokasi penyimpanan dan kebijakan
hak_akses dikonfirmasi.